Laporkan Masalah

Kajian kerusakan lingkungan geofisik akibat penambangan sirtu di desa Umbulharjo :: Kasus di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman Yogyakarta

HASAN, Muhammad Nyl, Prof.Dr. Sutikno

2004 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan Magister Pengelolaan Lingkungan

Penelitian yang dilakukan di Desa Umbulharjo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta ini bertujuan untuk mengetahui jenis kerusakan lingkungan geofisik akibat dari sistem penambangan sirtu dan mengetahui pengaruh penambangan sirtu terhadap kerusakan lingkungan geofisik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan pengambilan sampelnya menggunakan cara “Stratified random sampling”. Untuk mengetahui tingkat kerusakan lingkungan geofisik pada kegiatan penambangan sirtu mengacu pada SK.Gubernur Propinsi DIY Nomor 63 Tahun 2003 tentang kriteria baku kerusakan lingkungan bagi usaha / kegiatan penambangan bahan galian golongan C. Parameter yang diukur adalah kerusakan-kerusakan fisik akibat penambangan diantaranya adalah tinggi tebing galian, kemiringan lereng galian, relief dasar galian, pengelolaan tanah pucuk. Kegiatan penambangan dilakukan dengan menggunakan alat berat (backhoe) dan menggunakan alat tradisional (cangkul, linggis). Kegiatan penambangan dilakukan pada lahan tegalan. Lokasi yang dijadikan sampel ada 8 (delapan) lokasi. tiap-tiap lokasi diamati dan diukur sesuai dengan variabel, sehingga dari kerusakan yang terjadi diskorkan berdasarkan klas dan tingkat kerusakannya. Kriteria kerusakannya adalah rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat dan diplot pada peta tingkat kerusakan lingkungan. Hasil dari pengamatan dan pengukuran masing-masing lokasi bahwa tingkat kerusakan lingkungan geofisik akibat penambangan sirtu di Desa Umbulharjo berdasarkan veriabel yang diamati telah terjadi kerusakan lingkungan geofisik. Kerusakan lingkungan yang terjadi yaitu akibat dari sistem penambangan yang tidak mengikuti kaidah yang benar seperti rusaknya tanah pucuk (top soil), terjadi lubang-lubang bukaan yang besar, batas kemiringan tebing galian sangat curam, tinggi dinding galian sangat dalam. Akibat dari kerusakan lingkungan geofisik tersebut juga mempengaruhi lingkungan yang lain seperti terjadinya perubahan bentuklahan, berubahnya fungsi lahan, tatanan air tidak berfungsi, vegetasi penutup lahan hilang, terjadinya pencemaran debu, bekas lahan tambang menjadi gersang karena tidak ada revegetasi, sehingga terjadi perubahan suhu disekitar lokasi. Pada masing-masing lokasi tambang juga tidak dilakukannya reklamasi, dimana tanah pucuk (top soil) tidak diolah untuk menutupi kembali lahan yang sudah di tambang, sehingga pada waktu pasca tambang lahan ditinggalkan begitu saja. Mengacu pada kriteria kerusakan lingkungan akibat penambangan golongan C, maka kerusakan lingkungan geofisik akibat penambangan sirtu di Desa Umbulharjo dikategorikan rusak sedang.

The research was conducted in Umbulharjo Village Sub district Cangkringan Sleman Regency Special Province of Yogyakarta. Its aimed to know the kind of geophysical environment damage as result of gravel and stone mining and to know the effect of gravel and stone mining on geophysical environment damage. The method used in this research is survey method and Stratified random sampling. To know level of geophysical environment damage on gravel and stone mining we refer to SK. Governor Province of Yogyakarta Number 63 Year 2003 about the standard criteria of environment damage for economic use / mining activity on C class material. Measured parameter was physical damage as result of mining such as height of quarry wall, slope hill quarry, base relief quarry, top soil management. Mining activity was carried on by using backhoe and traditional tools (mattock, crowbar). Mining activity was done on dry field. There are 8 (eight) samples location. Each location was observed and measured as chosen variable earlier, therefore from damage occurred could be scored based on class and damage level. The damage criteria are light damage, moderate damage, and severe damage and plotted on map of environment damage level. The result from observation and measurement in every location are that based on the observation variables geophysical environment damage as result of gravel and stone mining in Umbulharjo Village has occurred. Environment damage occurred as result from mining system that didn’t follow the correct principles are top soil damage, occurring of large opening hole, limit of quarry wall slope is very abrupt, height of quarry wall is very deep. The effect of geophysical environment damage also affecting other environments such as morphological alteration, changing on land use, disfunction of water system, vanishing of land cover vegetation, dust pollution, abandoned mine site become barren because of lack on revegetation, therefore climate change occurred around mine location. There are no reclamation effort in every mine site, where top soil didn’t managed properly, just abandon the mine site on post mining. Referring on environment damage criteria as result of mining of C class material then can be concluded that geophysical environment damage as result of gravel and stone mining in Umbulharjo Village categorized as moderate damage.

Kata Kunci : Lingkungan Geofisik,Kerusakan,Penambangan Sirtu


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.