PERANAN HUTAN PINUS TERHADAP PENDAPATAN TOTAL PETANI PENYADAP GETAH PINUS
Sulistyo Wibowo, Wahyu Tri Widayanti, S.Hut., M.P.
2007 | Skripsi | S1 KEHUTANANKegiatan penyadapan getah pinus merupakan salah satu swnber pendapatan bagi masyarakat yang hidup di sekitar hutan pious yang dikelola Perhutani. Kegiatan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan getah yang keluar dari batang pohon pious. Getah pinus ioi selanjutnya akan diolah dan diproses menjadi gondorukem dan terpentin. Penelitian tentang peranan hutan pious terhadap pendapatan total petani penyadap getah pinus bertujuan untuk mengetahui : motivasi yang mendorong para penyadap getah pious ikut berperan dalam kegiatan penyadapan getah pinus, besarnya kontribusi pendapatan penyadapan getah pinus terhadap pendapatan total, kondisi ekonomi rumah tangga berdasarkan pendapatan dan pengeluaran serta tingkat kesejahteraan petani penyadap getah pious. Penelitian ini dilakukan di Desa Pringombo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang yang termasuk dalam RPH Temanggal, BKPH Magelang, KPH Kedu Utara. Metode dasar dalam penelitian ini adalah metode survai. Pengambilan data dilakukan dengan mewawancarai seluruh petani penyadap getah pinus yang berjumlah 23 orang dengan mengunakan kuesioner. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa motivasi utama yang mendorong petani penyadap untuk melakukan kegiatan penyadapan getah pious adalah motivasi ekonomi, yaitu tertarik dengan basil pendapatan dari upah yang cukup besar. Rata-rata kontribusi pendapatan penyadapan getah pious terhadap pendapatan total petani untuk seluruh penyadap yang berjumlah 23 orang sebesar kurang lebih 57 ,92%. Berdasarkan kriteria tiogkat kesejahteraan penduduk (Sayogja, 1976) yang telah ditambah I 0% untuk menyesuaikan dengan kondisi sekarang (Awang, 1994) diketahui bahwa 14 penyadap tergolong keluarga tidak miskin (60,87%), 8 orang masih tergolong miskin (34,78%) dan I orang miskin sekali (4,35%). Berdasarkan kriteria kesejahteraan menurut program Bantuan Langsung Tunai (BLT), terdapat 5 penyadap termasuk dalam golongan tidak miskin (22%) dan 18 penyadap masih tergolong miskin (78%).
Activity of pine gum tapping is one of source of earnings for public living in around pine forest managed by Perhutani. The activity was done by exploiting secretory gum from pine tree trunk. This pine gum hereinafter would processed to become gum rosin and turpentine. Research about role of pine forest to total earnings of pine gum tappers was aimed to know : motivation pushing pine gum tappers contributes in activity of pine gum tapping, level of contribution of earnings of pine gum tapping to total earnings, condition of household economics based on earnings and expenditure and level of prosperity of pine gum tapper. This research was carried out in Pringombo Village, Tempuran District, Magelang Regency. The Location of pine forest included in Perhutani's forest concession that is a part of RPH Temanggal, BKPH Magelang, KPH Kedu Utara. Survey method was adopted in this research. Data collected by interviewing all of 23 gum tappers in Pringombo Village using questionaire. The result of the research shows that the main motivations pushing pine gum tappers is economic motivation, they are interested with earnings from fee of tapping activities. Average contribution of earnings of pine gum tapping to total earning of pine gum tappers which amounts to 23 persons equal to approximately 57,92%. Based on criterion level of resident prosperity ( Sayogja, 1976) which has been added 10% to correspond to present condition ( Awang, 1994) known that 14 pine gum tappers included in not poor family ( 60,87%), 8 people still poor family( 34,78%) and 1 dirt-poor ( 4,35%). Based on prosperity criterion according to Bantuan Langsung Tunai ( BLT) program, there are 5 pine gum tappers included in faction not poor ( 22%) and 18 pine gum tappers still pertained poor ( 78%).
Kata Kunci : motivasi, penyadap getah pinus, kontribusi pendapatan, kemiskinan