PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG DAN P TERHADAP PERTUMBUHAN AWAL TANAMAN SAMAMA (Anthocephalus macrophyllus (Roxb.) Havil.) DI WANAGAMA I, GUNUNG KIDUL
ADI GUSTOMO, Ir. H. Sukimo DP., M.P.
2007 | Skripsi | S1 KEHUTANANPeningkatan kebutuhan kayu menuntut pemenuhan yang cepat dengan kualitas yang sesuai dengan permintaan pasar. Kebutuhan tersebut dapat diantisipasi dengan mengembangkan tanaman yang bersifat fast growing species. Samama (Anthocephalus macrophyllus (Roxb.) Havil.) merupakan salah satu tanaman fast growing species yang belum banyak dibudidayakan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang dan P serta interaksinya terhadap pertumbuhan awal tanaman samama. Penelitian ini dilaksanakan di Petak 17, Hutan Pendidikan UGM, Wanagama I, Gunung Kidul, Y ogyakarta. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Berblok, dengan 2 perlakuan utama yaitu pupuk kandang dengan 3 level ( dosis 0 kg/tanaman, 2,5 kg/tanaman, dan 5 kg/tanaman) dan pupuk P dengan 3 level (dosis 0 g/tanaman, 7,7 g/tanaman, dan 15,5 g/tanaman) dengan 4 blok, 10 tanaman per plot, danjarak tanam 3 x 3 meter. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pemberian pupuk kandang dan P berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman samama. Interaksi antara pupuk kandang dan P berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi dan diameter batang tanaman samama. Perlakuan yang terbaik untuk tinggi adalah pupuk kandang 5 kg dan P 7,7 g dan untuk diameter adalah pupuk kandang 2,5 kg dan P 15,5 g.
The increasing as required by market demand needs an immediate wood supplay which has appropriate qualities. It can be anticipated by developing fast growing species. samama (Anthocepalus macrophyllus (Roxb.) Havil.) is one of fast growing species that has not been much developed. The objective of the study is to assess the effect of applying manure and P additions on the early growth of samama. The study was conducted in the Compartment 17, W anagama I Education Forest, Gunung Kidul, Yogyakarta. The experiment scheme was arranged in Randomized Completely Block Design (RCBD), with 2 treatments : manure with 3 levels (0 kg/plant dosage, 2,5 kg/plant, and 5 kg/plant) and P in 3 levels (0 g/plant dosage, 7,7 g/plant, and 15,5 g/plant) replicated 4 times, 10 plants for each plots, spaced at 3 m x 3 m. The result showed that ma n ure and P treatments affected the height and diameter growth of samama. The best treatment for height growth was 5 kg manure/tree and 7,7 g P/tree, while that for stem diameter was 2,5 kg manure/tree and 15,5 g P/tree.
Kata Kunci : Samama, pupuk kandang, pupuk P.