Laporkan Masalah

Persepsi dan perilaku petani dalam penanganan risiko pestisida pada lingkungan :: Di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya

RARIO, Budi, Prof.Drs. Kasto, MA

2004 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan Magister Pengelolaan Lingkungan

Sejak diperkenalkannya program Bimas dan Inmas di Indonesia sekitar tahun 1970, maka penggunaan pestisida oleh petani semakin meningkat. Disamping menguntungkan penggunaan pestisida ternyata membawa pula dampak merugikan, khususnya bila penanganannya tidak sesuai yang dianjurkan. Dampak merugikan itu meliputi risiko pada lingkungan, residu pada hasil panen dan hasil olahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengetahuan, persepsi dan perilaku petani tentang penanganan pestisida menurut tingkat sosial ekonomi petani, mempelajari persepsi dan perilaku penanganan pestisida menurut pengetahuan dan mempelajari perilaku penanganan pestisida menurut persepsi petani serta menyusun alternatif arahan penanganan pestisida untuk mengurangi risiko terhadap lingkungan. Penelitian ini adalah penelitian survei melalui wawancara dan observasional dengan pengambilan data secara cross sectional menggunakan 60 sampel dari populasi sebesar 414 orang. Data diolah dan dianalisis dengan tabulasi silang yang dilanjutkan dengan uji statistik. Tingkat sosial ekonomi, pengetahuan, persepsi dan perilaku penanganan pestisida petani rata-rata tinggi. Tingkat sosial ekonomi petani berhubungan nyata dan berpengaruh kecil terhadap pengetahuan, persepsi dan perilaku penanganan pestisida. Pengetahuan tentang pestisida berhubungan nyata dan berpengaruh besar terhadap persepsi dan perilaku penanganan pestisida. Persepsi tentang pestisida berhubungan nyata dan berpengaruh besar terhadap perilaku penanganan pestisida. Meskipun persepsi dan perilaku responden rata-rata baik, namun ada hal yang perlu dirubah untuk mengurangi risiko lingkungan. Perubahan itu meliputi persepsi bahwa pestisida tidak mencemari lingkungan dan satu-satunya cara pengendalian yang paling baik, dan digunakan untuk mencegah hama-penyakit tanpa indikator serangan. Perubahan perilaku meliputi penggunaan pestisida berlebihan, pencampuran lebih dari 1 macam pestisida setiap kali aplikasi, tempat penyimpanan dan pemusanahan bekas kemasan disekitar rumah, cara pemusnahan dengan dibakar. Alternatif arahan penanganan pestisida berdasarkan tingkat sosial ekonomi, pengetahuan, persepsi dan perilaku petani adalah merubah persepsi yang keliru dan perilaku yang tidak sesuai anjuran dengan menambah informasi dan pengetahuan petani melalui pendekatan menggunakan panutan/model.

Since the introduction of the Bimas and Inmas programs in Indonesia around 1970, the use of pesticide by farmers has increased. Pesticide gives advantages, but it also brings negative impacts, particularly when it is recommended unused. The impacts include risk to environment, residue in crop and its processed product. This research aims study farmer’s knowledge, perception, and behaviour on pesticide handling according his social economic level, study the perception and behaviour of pesticide handling according the farmer’s knowledge, study the behaviour of pesticide handling according the farmer’s perception, and formulate alternative guideline for pesticide handling reduce the risk to environment. This research is a survey research by means of interview and observation. It used cross sectional technique in data collection, using 60 samples from a total population of 414 people. The data were processed and analysed in a cross tabulation, followed by a statistic test. The levels of social economy, knowledge, perception, and behaviour towards pesticide handling by farmers are relatively high. The social economic level shows a significant correlation and gives small effect to the knowledge, perception, and behaviour in pesticide handling. The farmer’s knowledge shows a significant correlation and gives big effect to the perception, and behaviour in pesticide handling. The farmer’s perception shows a significant correlation and gives big effect to the behaviour in pesticide handling. Although the respondents’ perception and behaviour are good in average, they need some changes in order to minimize the risk to environment. The changes include the perception that pesticide does not pollute the environment and it is considered as the only best way, making it used to prevent pest without any indicator of attack. The changes include behaviour of using pesticide is excessive, combining more than one types of pesticide in one time application, storing and disposing of pesticide container around the house, or burning it after use. The alternative guideline for pesticide handling according to the levels of social economy, knowledge, perception, and behaviour of the farmers is to change their misperception and inappropriate behaviour through an approach of using a model.

Kata Kunci : Pencemaran Lingkungan,Persepsi dan Perilaku Petani,perception, behaviour, pesticide, risk to environment.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.