Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA LITERASI KESEHATAN ORAL DENGAN STATUS KESEHATAN ORAL PADA SISWA USIA 15-18 TAHUN DI SMA N 1 BANGUNTAPAN, BANTUL

Risda Faradila, Prof. Dr. drg. Regina TC. Tandelilin, M.Sc; Budi Rodestawati, S.Kp.G,M.P.H.

2024 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI

Literasi dalam konteks kesehatan oral, dapat diartikan sebagai keterampilan yang diperlukan orang untuk memahami penyebab permasalahan yang timbul di rongga mulut. Seseorang yang memiliki pengetahuan rendah akan memiliki sikap yang buruk terhadap kesehatan, salah satunya kesehatan oral sehingga akan memiliki perilaku buruk dalam pemeliharaan status kesehatan oral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan oral dengan status kesehatan oral pada siswa usia 15-18 tahun di SMA N 1 Banguntapan, Bantul.

Penelitian potong lintang dilakukan terhadap 111 responden di SMA N 1 Banguntapan. Penelitian ini melibatkan 43 responden laki-laki dan 68 responden perempuan. Literasi kesehatan oral diukur menggunakan kuesioner HeLD-29 dan status kesehatan oral diukur menggunakan kuesioner status kesehatan oral yang dikembangkan oleh Levin dkk. di tahun 2013 melalui pelaporan mandiri yang terdiri dari 10 pertanyaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki literasi kesehatan oral yang tinggi (76,7) dan status kesehatan oral yang tinggi (67,6%). Hasil analisis didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan (p>0,05) antara usia, jenis kelamin, pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua serta penghasilan orang tua terhadap status kesehatan oral. Terdapat hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan oral dengan status kesehatan oral (p=0,00) dengan koefisien korelasi sebesar 0,531. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan oral dengan status kesehatan oral pada siswa SMA N 1 Banguntapan dengan kekuatan hubungan yang moderat. Semakin baik literasi kesehatan oral maka semakin baik status kesehatan oral. Usia, jenis kelamin, pendidikan maupun pekerjaan, serta penghasilan orang tua siswa tidak berhubungan dengan status kesehatan oral.

Literacy in the context of oral health refers to the skills individuals need to understand the causes of problems that arise in the mouth. Limited oral health knowledge can lead to poor health attitudes, including towards oral health. This, in turn, can translate into negative behaviors regarding oral hygiene habits and overall oral health maintenance. The present study aimed to investigate the relationship between oral health literacy and oral health status among students aged 15-18 years at SMA N 1 Banguntapan, Bantul.

A cross-sectional study was conducted on 111 respondents at SMA N 1 Bagnuntapan. This research involved 43 male respondents and 68 female respondents. Oral health literacy was measured using the HeLD-29 questionnaire, and oral health status was measured using the self-reported oral health status questionnaire developed by Levin et al. in 2013 which has 10 questions. 

The majority of respondents at SMA N 1 Banguntapan reported high oral health literacy (76.7%) and high oral health status (67.6%). Analysis revealed a significant, moderate negative correlation (r = 0,53) was observed between oral health literacy and oral health status among these students. This means that higher oral health literacy scores were associated with better reported oral health status. However, no significant relationships (p>0.05) between age, gender, parental education, parental occupation, and parental income on oral health status.

Kata Kunci : literasi kesehatan oral, status kesehatan oral, remaja

  1. S1-2024-445353-abstract.pdf  
  2. S1-2024-445353-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-445353-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-445353-title.pdf