Perilaku penduduk membuang sampah di lingkungan Kecamatan Sangatta :: Kabupaten Kutai Timur Propinsi Kalimantan Timur
OCTAVIRAWAN, Made Tommy, Prof.Drs. Kasto, MA
2004 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan Magister Pengelolaan LingkunganPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perilaku penduduk Sangatta dalam membuang sampah berdasarkan tingkat kepadatan. dan faktor yang paling mempengaruhi perilaku membuang sampah tersebut. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan analisis deskriptif dan skoring. Penentuan daerah penelitian secara purposive, sedangkan penentuan responden menggunakan random sampling dengan pengambilan responden sebanyak 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan, perilaku penduduk Sangatta dalam membuang sampah di daerah padat dan daerah tidak padat adalah sama-sama kurang baik. Secara bersama-sama perilaku penduduk Sangatta yang kurang baik tersebut dipengaruhi oleh faktor pendidikan, penghasilan/pendapatan, mata pencaharian, jenis sampah, dan volume sampah. Adapun yang paling dominan mempengaruhi perilaku penduduk Sangatta dalam membuang sampah pada daerah padat maupun di daerah tidak padat adalah pendapatan. Semakin rendah pendapatan penduduk Sangatta maka kurang baik perilaku penduduk Sangatta dalam membuang sampah. Akibatnya adalah kerusakan lingkungan akan meningkat.
This research is aimed to know inhabitants’ behavior on rubbishing at environment of Sangatta sub district, based on population density and the most influenced factor of thus rubbishing. The method of this research is survey with descriptive analysis and scoring. Research area determination is purposive, and for respondents through random sampling by 100 peoples. The research outcomes showed that, inhabitant’s behavior of Sangatta on rubbishing at both of high population density and lower population density areas are less. Commonly, thus inhabitant’s behavior of Sangatta has been affected by educational, salaries, kind of employment, kind of rubbish, and volume of rubbish. The most dominant that influenced inhabitant’s behavior of Sangatta on rubbishing at both of high population density and lower population density areas was salaries. The lower salaries level of Sangatta’s inhabitant, the less of inhabitant’s behavior on rubbishing. The impact is environmental damage to be high.
Kata Kunci : Lingkungan Hidup,Perilaku Masyarakat,Sampah, behavior-rubbishing