Pengaruh struktur organisasi Poltabes Semarang untuk penerapan pemolisian masyarakat (Community policing) guna meningkatkan ketahanan wilayah
KOESOEMADJI, Drs. Armaidy Armawi, MSi
2004 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalPenelitian ini bemljuan untuk mengetahui pengaruh dari struktur organisasi Poltabes Semarang untuk penerapan pemolisian masyarakat (Community Policin) guna meningkatkan ketahanan wilayah. Masalah yang muncul adalah model pemolisian yang ada di Poltabes semarang masih tennasuk‘ tradisional yang belum sesuai dengna model perobah masyarakat (Community policing). Penelitian ini dilakukan di Poltabes SEMARANG> Teknik pencarian data (survey) dilakukan di Poltabes Semarang dan warga masyarakat yang pemah berurusan dengan polisi, dengan menggunakan metode wawancara yangterstruktur, dengan tetap membuka kebebasan kepada reSponden untuk mengemukakan pendpatnya secara bebas. Temuan dalam penelitian ini memmjukkan bahwa struktur organisasi Poltabes Semarang temyata belum mampu mendorong penerapan model pemolisian masyarakat (commLmity policing), karena : model peoben yang ada masih beranak tmdisional dengna masih adanya kemungkinan intervensi dan’ luar dan yang masili birokratis. Padahal apabila model prosedur pemolisian masyarakat ini sudah berjalan maka ketahanan wilayah akan meningkat.
This study was aimed to find out the effect of organizational structure of Poltabes Semarang for the implementation of community policing to increase the regional resistance. The problem revealed was the policing model existing in Poltabes Semarang was still traditional, which was not suitable with community policing. This study was carried out in Poltabes Semarang. The data collcting technique was carried out in Poltabes Semarang and the citizen, who had had dealt with police using structured interview, by keep Opening the freedom to the respondents to convey their opinion freely. The finding in this study showed that the organizational structure of Poltabes Semarang, in fact, had not been able to support the implementation of community policing because the existing policing model was still traditional with the existence of possible intervention from outside party and the bureaucratic procedures. In fact, if this policing model has been worked, the regional resistance would be increased.
Kata Kunci : Ketahanan Wilayah,Pemolisian Masyarakat, community policing, regional resistance