KOLABORASI DAN KOOPERASI: KONSEP, DINAMIKA, SERTA DAMPAK PADA KINERJA
Ika Adita Silviandari, Prof. Dr. Faturochman, M.A
2024 | Disertasi | S3 Psikologi
Kerjasama merupakan salah satu kualifikasi
kompetensi sosial yang sangat dibutuhkan dan sulit tergantikan oleh adanya otomasi
di era yang menekankan pada kecepatan dan ketepatan kerja seperti saat ini. Maka
dari itu diperlukan adanya pemahaman konsep dan dinamika kerjasama yang dapat
memberikan dampak positif pada kinerja. Sejalan dengan hal tersebut maka penelitian
ini berfokus pada pengembangan konsep dan dinamika kolaborasi dan kooperasi,
serta dampaknya terhadap kinerja tim. Metode yang digunakan pada penelitian ini
adalah metode penelitian eksperimental dengan dua studi. Studi 1 bertujuan untuk
mengidentifikasi konstruks yang membangun kolaborasi dan kooperasi. Pengumpulan
data dilakukan melalui eksperimen daring dengan desain within-subject design
pada 104 partisipan yang merupakan pegawai baik institusi pemerintah maupun
swasta. Hasil analisis data dengan teknik Exploratory Factor Analysis
(EFA) menunjukkan bahwa kolaborasi dan kooperasi masing-masing dapat berdiri
sendiri sebagai variabel dengan sembilan komponen pembangun konstruks, yaitu kemampuan melakukan kompromi, kemampuan
berkomunikasi, kemampuan berkomitmen, kesediaan berbagi informasi terkait
tugas, kemampuan saling mempercayai, kesediaan berbagi pengalaman atau
pengetahuan, kesediaan mengambil risiko, kemampuan melakukan koordinasi, kemampuan
melakukan pengelolaan konflik. Sedangkan Studi 2 dalam penelitian ini memiliki dua
tujuan, yaitu menguji perbedaan kolaborasi dan kooperasi dari aspek struktur
dan dan luaran yang berupa kinerja tim. Penelitian kedua ini menggunakan desain
eksperimen between - subject design dengan melibatkan 174 partisipan atau
58 tim dari mahasiswa S1 atau D4 UGM. Hasil analisis data dengan Anova
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara struktur kolaborasi
dan kooperasi. Sedangkan hasil analisis data dengan Multivariate Analysis of
Variance (Manova) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kinerja tim
(akurasi dan kecepatan) antara kelompok kolaborasi dan kooperasi. Apabila
ditinjau secara detail, kelompok yang bekerja secara kolaboratif menghasilkan kinerja yang
lebih akurat dibandingkan dengan kelompok yang bekerja secara kooperatif.
Sedangkan untuk kecepatan kerja, antara kelompok kolaboratif dan kooperatif
tidak berbeda.
Collaboration
is one of the social competency qualifications that is really needed and is
difficult to replace by automation in an era that emphasizes speed and accuracy
of work like today. Therefore, it is necessary to understand the concepts and
dynamics of cooperation which can have a positive impact on performance. In
line with this, this research focuses on developing the concept and dynamics of
collaboration and cooperation, as well as their impact on team performance. The
method used in this research is an experimental research method with two
studies. Study 1 aims to identify constructs that build collaboration and
cooperation. Data collection was carried out through online experiments with a
within-subject design on 104 participants who were employees of both government
and private institutions. The results of data analysis using the Exploratory
Factor Analysis (EFA) technique show that collaboration and cooperation can
each stand alone as variables with nine construct building components, namely
the ability to compromise, the ability to communicate, the ability to commit,
the willingness to share task-related information, the ability to trust each
other. , willingness to share experience or knowledge, willingness to take
risks, ability to coordinate, ability to manage conflict. Meanwhile, Study 2 in
this research has two objectives, namely testing the differences between
collaboration and cooperation from structural aspects and outcomes in the form
of team performance. This second research used an experimental between -
subject design involving 174 participants or 58 teams of UGM undergraduate or
D4 students. The results of data analysis using Anova show that there are significant
differences between collaboration and cooperative structures. Meanwhile, the
results of data analysis using Multivariate Analysis of Variance (Manova) show
that there are differences in team performance (accuracy and speed) between
collaboration and cooperation groups. When reviewed in detail, groups that work
collaboratively produce more accurate performance compared to groups that work
cooperatively. Meanwhile, regarding work speed, there is no difference between
collaborative and cooperative groups.
Kata Kunci : kolaborasi, kooperasi, kinerja tim, kecepatan, akurasi