Efek in vitro minyak atsiri Curcuma mangga Val pada sitotoksisitas, antiproliferatif dan apoptosis sel raji dan mieloma
VERLIANARA, Irma, Prof.Dr. Retno S. Sudibyo, MSc.,Apt
2004 | Tesis | S2 BioteknologiMasalah utama dalam pengembangan obat tradisional untuk tujuan pengobatan penyakit di Indonesia adalah kurangnya bukti ilmiah sehingga perlu dilakukan penelitian dan pengujian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Salah satu obat tradisional yang sekarang banyak beredar di masyarakat untuk pengobatan penyakit kanker adalah kunir putih yang terdiri dari beberapa jenis, yaitu Curcuma zeodaria, Curcuma longa dan Curcuma mangga. Pada C. zeodaria dan C. longa sudah diketahui dapat memacu apoptosis, sedangkan pada C.mangga belum banyak dilakukan penelitian. Pada penelitian sebelumnya, kandungan berkhasiat rizoma C.mangga Val adalah minyak atsiri dan metabolit sekunder non minyak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek sitotoksik, antiproliferatif dan apoptosis dari minyak atsiri C. mangga Val terhadap sel Raji dan sel Mieloma. Pada penelitian ini, dilakukan uji aktifitas sitotoksik 3 macam minyak atsiri C. mangga Val yang berasal dari empu, rimpang serta campuran empu dan rimpang. Uji sitotoksik dilakukan secara in vitro pada sel Raji dan sel Mieloma melalui pewarnaan viabilitas sel dengan biru tripan. Kinetika antiproliferasi diamati melalui penghitungan jumlah sel dalam suatu interval waktu tertentu untuk menentukan ‘doubling time’ sel. Proses apoptosis diidentifikasi melalui gambaran mikroskopis morfologi sel dengan pengecatan etidium bromid, elektroforesis dan imunositokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri campuran empu dan rimpang C. mangga Val volume 125 μl/ml memiliki efek sitotoksik paling kuat diikuti minyak atsiri empu dan rimpang C. mangga Val. Hasil uji antiproliferasi akibat perlakuan minyak atsiri empu, rimpang serta campurannya memperlihatkan adanya hambatan pada siklus sel Raji dan sel Mieloma. Pengamatan morfologi sel Raji dengan perlakuan minyak atsiri C. mangga Val tidak menunjukan adanya apoptosis, sedangkan pada sel Mieloma menunjukan adanya apoptosis. Hasil uji imunositokimia menunjukan minyak atsiri C. mangga Val dapat memacu apoptosis pada sel Mieloma dengan meningkatkan ekspresi P53.
Scientific research and evidences are needed in the developing of Indonesian traditional medicines. ‘Kunir Putih’ is commonly used by people for anticancer. There are three different kinds of rhizomes as indicated of ‘Kunir Putih’ in Yogyakarta, those are: C. zeodaria, C. longa and C. mangga Val. It was known that C. zeodaria and C. longa induced apoptosis on cell lines, but not C. mangga Val yet. Previous research showed that he potential contents of C. mangga Val are volatile oil and non-oil secundary metabolites. The objective of this research is to find out the in vitro effect of the volatile oil of C. mangga Val on the cytotoxicity, antiproliferation, and apoptosis of Raji and Myeloma cell lines. Three different samples of C. mangga Val oils (oils of main rhizome, branch rhizome, and mix of both rhizomes) were used for the research. The in vitro cytotoxic effect was examined by staining the viable treated Raji and Myeloma cells using trypan blue. The proliferation kinetic was determined by counting the cell number in time courses to determine the doubling time of the cells. Apoptotic proscess was examined by observaring microscopally the cell morphology that was stained using ethidium bromide as well as by electrophoresis and immunocytochemistry. The results showed that the mix volatile oil of C. mangga Val using concentration of 125 μl/ml produced the highest cytotoxic effect on Raji and Myeloma cell lines. The antiproliferation assay showed that C. mangga Val oil inhibited the growth of Raji and Myeloma cells. The observation of the cell morphology showed that there was an apoptotic process on the treated Myeloma cells, and not on the treated Raji cells. The result of the Immunocytochemistry assay showed that the C. mangga Val oil induced apoptosis on Myeloma cell lines by increasing expression of P53.
Kata Kunci : Bioteknologi,Pengobatan Kanker,Sel Raji dan Sel Mieloma, Curcuma mangga Val, cytotoxicity, antiproliferation, apoptosis, Raji cell lines, Myeloma cell lines