Laporkan Masalah

Analisis tetua Acacia mangium Willd. menggunakan penanda molekuler mikrosatelit

PRIHATINI, Istiana, Dr.Ir. Taryono, MSc

2004 | Tesis | S2 Bioteknologi

Analisis tetua pada A. mangium diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pasangan tetua yang menghasilkan keturunan dengan sifat unggul, sehingga memungkinkan dibangunnya kebun benih dengan materi genetik tertentu yang dapat menghasilkan individu unggul. Analisis tetua dilakukan terhadap 251 individu generasi I dan 296 individu generasi II dari kebun benih grup D di Sumatera Selatan menggunakan 15 penanda mikrosatelit. Pasangan tetua betina dan tetua jantan setiap individu generasi II ditentukan menggunakan semua genotipa yang dihasilkan. Analisis varians (Anova) dan regresi dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tipe perkawinan dengan pertumbuhan individu yang dihasilkan. Analisis regresi juga dilakukan untuk mengetahui hubungan antara heterosigositas individu dengan pertumbuhan. Analisis yang dilakukan berhasil mendeteksi sebanyak 202 pasangan tetua individu generasi II (68.8%), yang dapat dibedakan dalam 5 kelompok sesuai tipe perkawinan dan daerah asalnya. Secara statistik tidak ada hubungan signifikan antara tipe perkawinan dengan pertumbuhan individu turunannya, namun terdapat hubungan signifikan positif antara heteresigositas individu dengan pertumbuhan lingkar batang dan signifikan negatif dengan bentuk percabangan batang. Hasil penelitian ini belum dapat menggambarkan pasangan tetua yang menghasilkan keturunan terbaik, namun didapatkan gambaran bahwa selfing memberikan pertumbuhan yang rendah serta nilai heterosigositas tinggi berhubungan dengan pertumbuhan lingkar batang yang lebih baik. Hasil penelitian mengindikasikan adanya kesalahan (error) dalam pembangunan kebun uji keturunan (generasi II). Meskipun hal ini biasa terjadi dalam kegiatan pemuliaan, namun upaya perbaikan perlu dilakukan agar diperoleh hasil maksimal untuk kegiatan pemuliaan selanjutnya.

Acacia mangium is a fast-growing species that widely planted in Indonesia for pulp and paper industry but the wood also can be used satisfactorily for furniture and constructions. Breeding arboretum could be established enabling crosses between selected male and female parents to take place through open pollination. Study was conducted to utilize microsatellite marker for parental analysis of A. mangium progenies. This information will be useful for A. mangium breeding program to produce genetically superior seeds through breeding arboretum. Parentage analysis was conducted using 251 individuals as candidate parents and 296 individuals as progenies. The PCR reactions were carried out using 15 SSR markers. All of the genotypes were used to determine candidate male parent of each progenies. Anova and regression analysis were carried out to determine the relationship between growth performance with mating system and individual heterozygosity level. This study successfully detected the parent pairs of 202 progenies (68.8%). They divided into 5 types of mating system. Statistically there was no significant correlation between mating type of the parent with growth performance of the progenies. There was significant positive correlation between individual heterozygosity with girth, and significant negative correlation with forking. This result could not explain parents that produce good progenies, but reveals that selfing has the worst growth performance and the individual heterozygosity level correlates with girth performance. This research also indicated there is an error due to progeny trial plantation. It should be fixed to increase achievement in the breeding program.

Kata Kunci : Bioteknologi,Analisis Tetua,Acacia Mangium, A. mangium, parentage analysis, microsatellite, SSR.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.