Proyeksi penduduk dan kebutuhan beras penduduk Pulau Jawa tahun 1995 - 2010
Sri Purwatiningsih, Drs. Alip Sontosudarmo, M.S.; Drs. SUkamdi, M.Sc.
1996 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini mengungkap tentang "Proyeksi Penduduk dan Kebutuhan Beras Penduduk Pulau Jawa Tahun 2010" dengan tujuan untuk memprediksi keadaan penduduk Pulau Jawa pada tahun 2010 serta memperkirakan jumlah kebutuhan beras dan membandingkannya dengan produksi beras yang tersedia. Sumber data utama yang digunakan adalah Sensus Penduduk 1990. Metode yang digunakan adalah analisis data sekunder secara deskriptif serta perhitungan sederhana hasil Sensus Penduduk 1990 dan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 1994 khususnya data yang berkaitan dengan asumsi yang digunakan dalam proyeksi. Daerah penelitian adalah Pulau Jawa yang dibedakan menurut propinsi, yaitu Propinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur. Proyeksi dihitung untuk setiap propinsi dengan menggunakan metode komputasi untuk proyeksi penduduk paket program FIVFIV-SINSIN dari The Population Council New York tahun 1987. Hasil yang diperoleh kemudian dipakai sebagai dasar untuk memperkirakan jumlah kebutuhan beras yang didasarkan pada standar Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) dan Konsep Minimum Esmara. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa pada tahun 2010 jumlah penduduk Pulau Jawa adalah 137,8 juta jiwa, sedang pada tahun sebe-lumnya 1995 116,3juta jiwa, tahun 2000 124,1 juta jiwa dan tahun 2005 sebesar 131,2 juta jiwa, serta pertumbuhan penduduk pada pe-riode 1995-2000 adalah 1,09%, 2000-2005 sebesar 0,88% dan 2005-2010 adalah 0,72%. Dari hasil tersebut diperoleh kesimpulan bahwa walau-pun secara absolut jumlah penduduk meningkat, tetapi angka pertum-buhan menurun. Hasil perhitungan untuk memperkirakan jumlah kebutuhan bahan pangan menunjukkan bahwa pada tahun 2010 jumlah konsumsi beras penduduk Pulau Jawa dengan standar KHM adalah 19,84 juta ton untuk skenario tinggi dan 15,38 juta ton untuk skenario rendah. Sementara itu jika diperkirakan dengan konsep minimum Esmara atau dalam hal ini skenario sedang, maka pada tahun 2010 jumlah konsumsi beras penduduk Pulau Jawa adalah 17,23 juta ton. Perkiraan produksi beras untuk Pulau Jawa diperoleh hasil bahwa pada tahun 1995 adalah 24,291 juta ton untuk skenario tinggi dan 23,736 juta ton untuk skenario rendah, tahun 2000 sebesar 24,523 juta ton (tinggi) dan 23,449 juta ton (rendah), tahun 2005 sebesar 24,399 juta ton (tinggi) dan 23,349 juta ton (rendah) serta tahun 2010 adalah 24,281 juta ton (tinggi) dan 23,901 juta ton (rendah). Melihat hasil itu Pulau Jawa masih akan sedikit surplus beras, kecuali Propinsi DKI Jakarta sudah kekurangan beras sehingga harus disuplai dari propin-si lain, sedang Propinsi DIY hampir kekurangan beras. Dengan melihat keadaan kependudukan di Pulau Jawa, maka terli-hat bahwa transisi demografi sudah akan mencapai taraf hard rock (IMR di bawah 30). Sementara itu dalam upaya mempertahankan swasem-b3da beras, walaupun pada tahun 2010 Pulau Jawa masih akan surplus beras tetapi perlu dilakukan antisipasi dengan jalan intensifikasi pertanian maupun diversifikasi pangan
-
Kata Kunci : Proyeksi penduduk,Kebutuhan beras, Jawa