Determinan pekerja non pertanian di desa Trimurti kecamatan Srandakan kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Sugesti, Drs. Alip Sontosudarmo, M.S.
1997 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenurunan sektor pertanian untuk menyediakan peluang kerja di pedesaan telah diimbangi dengan peningkatan keterlibatan pekerja di sektor non pertanian. Permasalahannya adalah apakah pekerja pedesaan yang telah terlibat di sektor non pertanian tersebut mampu meningkatkan pendapatan. Ada berbagai pendapat mengenai determinan keterlibatan pekerja di sektor non pertanian. Perbedaan determinan pekerja di sektor non pertanian dipengaruhi kesempatan kerja yang tersedia dan tingkat pendapatannya. Gejala determinan ini dapat diketahui dari tingkat pendidikan dan status ekonomi rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan pekerja di sektor non pertanian di daerah penelitian. Selanjutnya untuk mengetahui apakah determinan pekerja mempunyai hubungan dengan tingkat pendapatan. Daerah penelitian yang diambil adalah Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul. Desa ini dibagi menjadi 19 dusun dan diambil 3 dusun sebagai dusun sampel dengan pertimbangan tertentu. Cara pengambilan sampel dengan proporsional random sampling berdasarkan jenis pekerjaan. Selain data primer, juga dibutuhkan data sekunder mengenai gambaran umum daerah penelitian terutama yang mendukung keadaan peluang kerja di desa ini. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa status ekonorni rumah tangga pekerja non pertanian 50,0 persen mempunyai status ekonomi sedang. Berikutnya adalah pekerja non pertanian mempunyai status ekonomi tinggi sebesar 20,0 persen dan 30,0 persen mempunyai status ekonomi rendah. Tingkat pendidikan pekerja non pertanian di Desa Trimurti, sebagian besar adalah sekolah dasar yaitu 30,0 persen, berikutnya adalah sekolah lanjutan tingkat pertama, sekolah lanjutan tingkat atas, tidak tamat sekolah dasar dan tamat akademi/perguruan tinggi. Masing-masing sebesar 25,7 persen; 24,3 persen; 15,7 persen dan 4,3 persen Dari data jumlah unit usaha dan jumlah pekerja menurut jenis usaha menggambarkan perkembangan peluang kerja non pertanian yang cukup baik. Tingkat pendapatan pekerja non pertanian di Desa Trimurti reiatif tinggi yaitu sebesar Rp. 206.207,00. Tingkat pendapatan tersebut jika dinyatakan dalam pendapatan per kapita mempunyai nilai sebesar Rp 41.241,00. Angka tersebut berada diatas nilai batas kemiskinan propinsi DIY tahun 1996 yaitu sebesar Rp 27.386,00. Kesempatan kerja yang telah tersedia dan tingkat pendapatan yang relatif tinggi di daerah penelitian merupakan faktor yang mempengaruhi pekerja pedesaan terlibat di sektor non pertanian. Oleh karena itu determinan pekerja di sektor non pertanian yang terjadi di Desa Trimurti adalahproggresive economy. Dari hasil penelitian juga dibuktikan terjadi perbedaan iingkat pendapatan menurut tingkatpendidikan dan status ekonomi rumah tangga. Semakin tinggi tingkat pendidikan pekerja semakin tinggi pendapatan yang diterima. DernikAan semakin tinggi status ekonomi rumah tangga semakin tinggi pula tingkat pendapatan pekerja non pertanian. Oleh karena itu pekelja yan, iei libat di sektor nori karenaproggresive economy mempunyai tingkat pendapatan yang relatif tinggi.
-
Kata Kunci : Pekerja sektor non pertanian,Peluang kerja,Ekonomi rumahtangga,Srandakan,bantul,DIY