Laporkan Masalah

Pengaruh Pelet Daun Mahoni dan Nangka sebagai Sumber Tanin dengan Lama Penyimpanan yang Berbeda terhadap Parameter Fermentasi Rumen secara In Vitro

Auliya Muthiea Dien, Dr. Ir. Muhsin Al Anas, S.Pt., IPP.

2024 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh masa simpan pelet daun mahoni (Swietenia mahagoni) dan pelet daun nangka (Artocarpus heterophyllus) terhadap kadar tanin, nilai pH, kadar amonia, kadar protein mikroba, jumlah protozoa, konsentrasi VFA, produksi metana dan karbon dioksida pada rumen secara in vitro. Metode produksi gas fermentasi menggunakan Menke dan Steingass dengan masa inkubasi selama 48 jam. Perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah perbedaan masa simpan dua jenis pelet sumber tanin yaitu pelet mahoni dan pelet nangka selama 0, 2, 4, dan 6 minggu. Proporsi hijauan, konsentrat, dan pelet yang digunakan adalah sebesar 60:36:4. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar tanin pelet, nilai pH, kadar amonia, kadar protein mikroba, jumlah protozoa, konsentrasi VFA, produksi metana dan karbon dioksida pada rumen. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi pola faktorial (Two Way ANOVA) sumber tanin dan masa simpan (3X4) lalu dilanjutkan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar amonia dan jumlah protozoa pada penambahan pelet mahoni menunjukkan hasil yang lebih rendah (P<0>in vitro.

The study aimed to determine the effect of the storage time of the mahoni leaf pellets (Swietenia mahagoni) and the jackfruit (Artocarpus heterophyllus) on pH values, tannin, ammonia (NH3), and microbial protein levels, the number of protozoa, volatile fatty acids (VFA), methane and carbon dioxide in rumen by in vitro. The fermentation gas production method by Menke and Steingass was used with an incubation time of 48 hours. Two types of tannin source pellet (mahoni and jackfruit pellet) were treated with different storage times of 0, 2, 4 and 6 weeks. Forage, concentrate, and pellets were used in a 60:36:4 ratio. The parameters observed were pH values, tannin, ammonia (NH3), and microbial protein levels, the number of protozoa, volatile fatty acids (VFA), methane, and carbon dioxide in rumen. The data were analyzed using a factorial design (Two-Way ANOVA) of tannin sources and storage periods (3X4), followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The results showed that the addition of mahoni pellets led to lower ammonia levels and lower numbers of protozoa compared to jackfruit pellets (P<0>

Kata Kunci : Pakan, Tanin, Pelet, Mahoni, Nangka, Metana

  1. S1-2024-442954-abstract.pdf  
  2. S1-2024-442954-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-442954-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-442954-title.pdf