Persebaran Geografis Dan Karakteristik Kanker Usia Lanjut Di Daerah Istimewa Yogyakarta: Analisis Spasial Berbasis Data Populasi Dengan Metode Geographic Information System (GIS)
Anastasia Evi Handayaningsih, Dr. dr. I Dewa Putu Pramantara, SpPD, K-Ger, dr. Eko Aribowo, M.Kes, SpPD, K-Ger; dr. Susanna Hilda Hutajulu, Ph.D, SpPD, K-HOM
2023 | Tesis-Subspesialis | SUBSPESIALIS ILMU PENYAKIT DALAM
Latar Belakang
Kanker adalah penyakit yang berkaitan dengan penuaan, sehingga prevalensinya juga akan meningkat seiring dengan penuaan populasi. Yogyakarta merupakan daerah dengan populasi usia lanjut dan prevalensi kanker tertinggi di Indonesia. Geographic Information System (GIS) digunakan secara luas untuk menemukan variasi geografis dan identifikasi klaster hotspot dalam pola kejadian kanker dengan melakukan georeferensi kejadian kanker dan faktor risikonya dengan data spasial dan temporal lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui insidensi kanker usia lanjut di Yogyakarta, mengidentifikasi jenis kanker usia lanjut terbanyak berdasarkan jenis kelamin, sekaligus klaster hotspotnya.
Metode
Data diambil dari Registri Kanker Berbasis Populasi (RKBP) Yogyakarta tahun 2008-2019. Insidensi kanker ditampilkan dengan sebagai hasil penghitungan Age-Standardized Rate (ASR). Klaster hotspot didefinisikan sebagai area kecamatan dengan insidensi kanker usia lanjut yang masuk kuartil keempat pada area cakupan.
Hasil
Kasus baru kanker usia lanjut selama periode 2008-2019 adalah 5.533 kasus, terdiri dari 2.583 pria dan 2.950 wanita. Terjadi peningkatan insidensi kanker usia lanjut secara gradual pada periode pengamatan. Pada wanita, kanker payudara merupakan jenis kanker terbanyak, sedangkan kanker kolorektal adalah kanker terbanyak pada pria. Klaster hotspot paling banyak ada di Kota Yogyakarta.
Kesimpulan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beban kanker usia lanjut di Yogyakarta tinggi dan akan terus meningkat. Identifikasi klaster hotspot diharapkan dapat memberikan panduan bagi pemegang kebijakan kesehatan dalam membangun fasilitas dan pelayanan kanker yang sensitif terhadap populasi usia lanjut pada daerah dengan klaster persebaran kanker usia lanjut yang tinggi.
Background
Cancer is a disease associated with aging, so its prevalence will also
increase as the population ages. Yogyakarta is an area with an elderly
population and the highest cancer prevalence in Indonesia. Geographic
Information Systems (GIS) are widely used to discover geographic
variations and identify hotspot clusters in cancer incidence patterns by
georeferencing cancer incidence and risk factors with other spatial and
temporal data. This study aims to determine the incidence of elderly
cancer in Yogyakarta, to identify the most common types of elderly
cancer based on gender, as well as hotspot clusters.
Method
Data was taken from the Yogyakarta Population-Based Cancer Registry (PBCR) 2008-2019. Cancer incidence is displayed as a result of calculating the Age-Standardized Rate (ASR). A hotspot cluster is defined as a sub-district area with an incidence of elderly cancer that is in the fourth quartile of the coverage area.
Results
New cases of elderly cancer during the 2008-2019 period were 5,533
cases, consisting of 2,583 men and 2,950 women. There was a gradual
increase in the incidence of cancer in the elderly during the
observation period. In women, breast cancer is the most common type of
cancer, while colorectal cancer is the most common cancer in men. The
area with the most hotspot clusters is Yogyakarta City.
Conclusion
The results of this study indicate that the burden of cancer in the
elderly in Yogyakarta is high and will continue to increase. It is hoped
that the identification of hotspot clusters can provide guidance for
health policy holders in developing cancer facilities and services that
are sensitive to the elderly population in areas identified as having
high prevalence of elderly cancer clusters.
Keywords: elderly cancer, geographic information system, age-standardized rate, ASR, GIS, aging, hotspot