Laporkan Masalah

Strategi Percepatan Pencegahan Stunting Berbasis Gender Di Kabupaten Bojonegoro

Berliananda Maranditya, Dr. Ir. Siti Andarwati, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng; Dr. Ir. Dina Ruslanjari, M. Si.

2024 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan

Fokus penelitian ini adalah kurangnya program berbasis gender dalam pencegahan stunting. Upaya yang dapat dilakukan salah satunya adalah pemanfaatan PUG Pengarusutamaan Gender. Penelitian ini berfokus pada untuk analisis strategi komunikasi pecepatan pencegahan stunting di Kabupaten Bojonegoro dalam pendekatan gender serta perilaku masyarakat terhadap program tersebut. Metode penilitian yang digunakan adalah deskritif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Bojonegoro melibatkan tiga kecamatan (Kapas, Balen, dan Gondang) pada bulan Januari sampai dengan Desember 2023. Pengambilan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam kepada 23 informan yang terdiri dari Bappeda Bojonegoro, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan KB, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Pendidikan, Dinas Peternakan dan Perikanan, Puskesmas Kapas, Puskesmas Balen, dan Puskesmas Gondang. Data dianalisis menggunakan trianggulasi sumber, dan teknik serta analisis GAP. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa program percepatan pencegahan stunting Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui pendekatan gender sudah dilakukan melalui perencanaan intervensi spesifik dan sensitif. Pada implementasi dan pelaksanaan hanya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana yang memiliki program ramah gender dengan melibatkan partispasi dan peran yang seimbang. Pada pelaksanaan program Dinas Pendidikan tidak memiliki peran yang secara langsung mendukung terhadap program pencegahan stunting. Program percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Bojonegoro dilakukan melalui pendekatan intrapersonal, komunikasi publik dan media digital menggunakan desain strategi komunikasi 8 aksi konvergensi dengan ketimpangan partisipasi laki-laki dan perempuan dalam mengakses program, dan kontrol terhadap keputusan. Perilaku masyarakat terhadap program percepatan pencegahan stunting dalam aspek kesetaraan gender masih memiliki hambatan. Laki-laki memiliki akses terbatas terhadap informasi dan penyuluhan kesehatan reproduksi, pola asuh dan kontrol terhadap diri sedangkan perempuan menjadi penanggung jawab utama dalam menjaga kesehatan gizi keluarga.

This research focusses on the lack of gender-based programs in stunting prevention. One of the alternative solutions for stunting is the utilization of Gender Mainstreaming (PUG). This research aims to analyze the relationship between gender equality and stunting in the efforts to prevent stunting in Bojonegoro District, as well as the community's behavior towards the program. The basic method used in the research is descriptive with a qualitative approach. The research was conducted in Bojonegoro District involving three sub-districts (Kapas, Balen, and Gondang) from January to December 2023. Primary data was collected through in-depth interviews with 23 informants, including the Bojonegoro Development Planning Agency (Bappeda), the Health Department, the Women's Empowerment and Child Protection and Family Planning (KB) Agency, the Agriculture and Food Department, the Education Department, the Livestock and Fisheries Department, Kapas Community Health Center, Balen Community Health Center, and Gondang Community Health Center. Data were analyzed using source triangulation, technique triangulation, and GAP analysis. Based on the analysis, it was found that the stunting prevention acceleration program by the Bojonegoro District Government through a gender approach has been carried out through specific and sensitive intervention planning. In the implementation, only the Women's Empowerment and Child Protection and Family Planning Agency have gender-friendly programs involving balanced participation and roles. In the implementation of the program, the Education Department does not have a direct role in supporting stunting prevention programs. The acceleration program for stunting prevention in Bojonegoro District is carried out through intrapersonal approaches, public communication, and digital media using the 8-convergence communication strategy design with gender participation disparities in accessing programs and decision control. The community's behavior towards the stunting prevention acceleration program in terms of gender equality still faces obstacles. Men have limited access to information and reproductive health education, parenting patterns, and self-control, while women are the primary caregivers responsible for family nutritional health.

Kata Kunci : Bojonegoro, Gender, Percepatan, Strategi, Stunting/ Bojonegoro, Gender, Prevention, Strategies, Stunting

  1. S2-2024-489769-abstract.pdf  
  2. S2-2024-489769-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-489769-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-489769-title.pdf