Analisis Kuantitatif Adsorpsi Pewarna Alami Tegeran (Cudrania javenensis trecul) dalam Kain Katun
Vivin Atiyatul Maula, Prof. Dr. Ir. Edia Rahayuningsih, MS., IPU ; Dr. Ir. Aswati Mindaryani, M.Sc., IPU
2024 | Tesis | S2 Teknik Kimia
Upaya untuk mengganti
pewarna sintetis pada kain dengan pewarna alami saat ini mengalami peningkatan.
Tegeran (Cudrania javanensis trecul) adalah salah satu jenis pewarna
alami yang cukup familiar digunakan dalam proses pembatikan dengan hasil warna
kuning kecoklatan. Pewarna alami memiliki kelebihan yaitu ramah lingkungan,
mudah terurai, tidak beracun, memiliki warna yang unik dan aman untuk kulit. Pewarna
alami masih memiliki kekurangan yaitu hasil warna dan efisiensi proses
pewarnaan yang masih kurang. Oleh karena itu, pewarna alami Tegeran perlu
dilakukan penelitian lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah analisis
kuantitatif adsorpsi (penjerapan) pewarna alami Tegeran (Cudrania javanensis
trecul) dalam kain katun dengan berbagai variasi konsentrasi zat warna dan
mordan serta suhu proses pewarnaan yang dapat mempengaruhi adsorpsi warna dalam
kain serta ketahanan luntur. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
dukungan terhadap kualitas pewarnaan bahan tekstil. Selain itu, pewarna alami
menjadi lebih kompetitif terhadap pewarna sintetis. Proses yang dilakukan dalam
penelitian ini adalah pre-mordanting, pewarnaan, dan post-mordanting.
Parameter yang digunakan adalah variasi suhu pewarnaan (30 oC, 55oC;
dan 70 oC), konsentrasi zat warna (3,840 gram/L, 5,767 gram/L, dan 11,047
gram/L), konsentrasi mordan (5%,10%, dan 15% (b/b)), dan jenis mordan (tawas
dan tunjung). Kain yang telah diwarnai dilakukan pengukuran warna dengan menggunakan
FRU-WR-10 Colorimeter untuk mengetahui
nilai warna yang ditentukan berdasarkan koordinat pada sistem ruang warna
CIElab. Selain itu, kain dilakukan analisis FTIR dan uji ketahanan luntur warna
terhadap pencucian sabun dan gosokkan. Dari hasil
penelitian, penjerapan zat warna alami Tegeran yang paling optimum pada kain
katun pada konsentrasi 11,047 gram/L dan suhu pewarnaan 30oC. Model
adsorpsi isoterm yang digunakan adalah Langmuir, Freundlich, dan Dubinin-Radushkevich.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model adsorpsi isoterm yang sesuai
adalah Freundlich. Mekanisme proses pewarnaan yang terjadi adalah adsorpsi
fisika dan membentuk multilayer. Hasil
uji tahanan luntur terhadap gosokkan memiliki hasil yang baik, sedangkan hasil
uji tahan luntur terhadap pencucian sabun masih kurang.
The present trend in the textile industry is a
growing interest in substituting synthetic colors with natural dyes. Tegeran
(Cudrania javanensis trecul) is one of the natural dyes that is quite familiar
for batik with the resulting yellow-brown. Natural dyes have several benefits,
including their environmental friendliness, biodegradability, non-toxicity,
distinct coloration, and skin safety. However, they still have limitations in
terms of their relatively low dyeing result and dyeing effectiveness.
Therefore, additional research is required to address these limitations. The
aim of this study is to measure the adsorption of natural dye from Tegeran
(Cudrania javanensis trecul) on cotton fabrics, considering different
concentrations of dye and mordant as well as variations in dyeing temperature.
These factors can influence the color adsorption in the fabrics and their
fastness. The findings will contribute to enhancing the coloring quality of
textile materials using natural dyes. This research will contribute to make
them more competitive with synthetic dyes. The research involves three main
processes: pre-mordanting, dyeing, and post-mordanting. The parameters used are
temperature variations (30 oC, 55 oC, and 70 oC),
dye concentrations (3.840 gram/L, 5,767 gram/L, and 11.047 gram/ L), mordant
concentrations (5%,10%, and 15% (w/w)), and mordant types (alum dan ferrous
sulphate). Colored fabrics are color-measured using the FRU-WR-10 Colorimeter
to determine the determined color value based on the coordinates on the CIElab
color space system. This colored fabric was analysed with FTIR and the color
resistance test against soap washing and rubbing. According to the research
outcomes, the natural dye from Tegeran exhibits the optimum adsorption on
cotton fibres when used at a concentration of 11,047 gram/L at a dyeing
temperature of 30 oC. The adsorption isotherm models used are
Langmuir, Freundlich, and Dubinin-Radushkevich. The results of this research
show that the corresponding adsorption isotherm model is Freundlich. The
mechanism of the dyeing process that occurs is the physical adsorption and
forming multilayer. The result of fastness from
rubbing is good and washing still sufficient.
Kata Kunci : pewarna alami, pewarnaan kain, Tegeran (Cudrania javanensis trecul), isoterm adsorpsi, kapasitas adsorpsi