Pendekatan geomorfologi untuk kajian kerentanan erosi dan morfokonservasi daerah sub DAS Lematang hulu Lahat Sumatra Selatan
Sumartoyo, Dr. Sutikno
1989 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANDaerah Sub-DAS Lematang Hulu merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Musi di Sumatera Selatan yang telah mengalami kondisi kritis. Manusia dengan aktivitasnya dalam memenfaatkan lahan memacu proses ero-si tanah, yang dampaknya kondisi kritis pada lingkungan fisik di wilayah tersebut. Penelitian melalui pendekatan geomorfologi untuk kajian kerentanan erosi dan, morfokon-servasi merupakan kajian geomorfologi yang berkaitan dengan proses erosi tanah. Tujuan penelitian adalah untuk mengklasifikasi daerah penelitian menjadi satuan bentuklahan yang diujudkan sebagai peta geomorfologi. Kemudian mengklasilikasi daerah penelitian ke dalam tingkatan kerentanan erosi yang dJujudkan sebagai peta kerentanan erosi. Dengan pertim-bangan tingkat kerentanan erosi setiap satuan lahan, ke-mudian memperkirakan konservasi tanah sesuai peruntukan fungsi lahan yang diujudkan sebagai peta morfokonservasi. Satuan lahan sebagai satuan pemetaan dengan menggunakan simbol dari satuan bentuklahan, kemiringan lereng dan ve-getasi/penggunaan lahan. Penelitian ini menggunakan metoda secara kajian kon-sepsional dan operasional. Melalui kajian konsepsional dengan mempelajari metoda survei geomorfologi sistem ITC (1975), kajian kerentanan erosi menurut. Zuidam dan Cance-lado (1979) dengan pertimbangan metoda Wischmeier dan Smith (1978) dan menurut Bergsma (1982), yang kemudian diperoleh variabel kerentanan erosi yang dilakukan dengan modifikasi. Kajian morfokonservasi menggunakan metoda da-ri Departemen Kehutanan (1986) dengan modifikasi. Secara operasional melalui tahap-tahap penelitian yang meliputi pengumpulan data, pemrosesan data, analisis data, klasi-fikasi dan evaluasi, yang dilaksanakan di laboratorium dan kerja lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di daerah Sub-DAS Lematang Hulu mempunyai kondisi fisik yang kompleks dengan macam satuan bentuklahan dari bentukan asal struktural, volkanik, dan fluvial. Bentukan asal volkanik meliputi se-luas 164.300 ha (76,43 %), bentukan asal struktural lipa-tan 29.500 ha (13,73 %), dan bentukan asal fluvial dengan luas 21.200 ha (9,86 %). Tingkat kerentanan erosi di dae-rah penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan erosi rendah luasnya 61.700 ha (28,7 %), tingkat kerentanan ero-si sedang 106.500 ha (49,53 %), tingkat kerentanan erosi tinggi 6250 ha (2,91 %), dan tingkat kerentanan erosi sa-ngat tinggi luasnya 40.550 ha (18,86 %). Dari kajian mor-fokonservasi diperoleh perkiraan konservasi tan.ah setiap satuar lahan danganperuntukan sebagai fungsi lindung se-luas 86.000 ha (40 %), sebagai fungsi penyangga 17.700 ha (8,23 %), sebagai fungsi budidaya tanaman tahunan seluas 49.600 ha (23,70 %), fungsi budidaya tanaman pangan, dan fungsi pemukiman seluas 61.700 ha (28,70 %).
-
Kata Kunci : Kerentanan erosi,Morfokonservasi,Sumatera Selatan