Pengaruh praktik perataan laba terhadap koefisien respon laba
HARAHAP, Khairunnisa', Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA
2004 | Tesis | S2 AkuntansiTujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh praktik perataan laba terhadap koefisien respon laba. Respon pasar tersebut ditunjukkan melalui harga saham dan sensitivitas return yang kemudian direfleksikan pada earnings response coefficients (ERC). Penelitian ini juga ingin membuktikan bahwa perusahaan yang melakukan perataan laba dapat mencerminkan koefisien respon laba masa depan atau future ERC. Future ERC dihasilkan dari sebuah regresi cumulative abnormal return sekarang dengan laba masa depan dan return masa depan. Penelitian ini menggunakan determinan ERC sebagai variabel kontrol. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 82 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta untuk perioda tahun 1995-2002. Menggunakan data runtut waktu 7 tahun (1995-2001) untuk model persamaan pertama dan data runtut waktu 8 tahun (1995-2002) untuk model persamaan ketiga. Model persamaan kedua dan keempat menggunakan model cross-sectional untuk tahun 2001 dan 2002. Model penelitian ini menggunakan model firm-spesific. Hasil penelitian ini menunjukkan beberpa implikasi. Pertama, bahwa perataan laba direspon secara positif oleh pasar. Kedua, bahwa perataan laba berhubungan positif dengan future ERC. Hal ini juga menunjukkan bahwa cumulative abnormal return sekarang dapat memprediksi future ERC. Faktor-faktor la in yang mempengaruhi koefisien respon laba pada model emp iris kedua dan keempat ini adalah prediktab ilitas laba, struktur modal (leverage) dan ukuran perusahaan, sedangkan variabel persistensi laba, pertumbuhan laba dan risiko tidak mempengaruhi koefisien respon laba.
The objective of this paper is to investigate the influence of income smoothing to earnings response coefficient (ERC). ERC reflects market response through stock price and return sensitivity. This paper also test whether reported smoother earnings could reflect future ERC. Future ERC is measured from cumulative abnormal return regression with future earnings and future return. Using 82 companies listed in Jakarta Stock Exchange, 1995-2002. This paper uses time series consists of 7 years (1995-2001) data for first model and 8 years (1995-2002) for third model. Cross sectional model was used to test the third model and fourth model. Firm specific model was used to test first hypotheses and second hypotheses. Result indicates some implications. First, there is positive response for income smoothing. Second, income smoothing shows positive relation with future ERC. This also implied that cumulative abnormal return can be used to predict future ERC. Other ERC’s determinants are earnings predictability, leverage, and size. Earnings persistence, earnings growth and risk was found has no significant influence with ERC.
Kata Kunci : Manajemen Keuangan,Perataan Laba, income smoothing, market response, earnings response coefficient