Laporkan Masalah

PENGARUH PELATIHAN KESIAPSIAGAAN BENCANA BERBASIS KOMUNITAS TERHADAP COGNITIVE, AFFECTIVE, PSYCHOMOTOR (CAP) PADA KADER KESEHATAN DI DAERAH RAWAN BENCANA GEMPA BUMI BANTUL YOGYAKARTA

Pusparini Anggita Ayuningtyas, Syahirul Alim, S.Kp., M.Sc., Ph.D; Widyawati, S.Kp., M.Kes., Ph.D

2024 | Tesis | S2 Magister Keperawatan

Latar belakang: Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk salah satu provinsi yang rawan terjadinya gempa bumi. Kejadian gempa bumi di wilayah provinsi DI. Yogyakarta tahun 2006 menyebabkan 6.000 orang meninggal dan 38.000 luka luka. Beberapa dampak tersebut menggambarkan pentingnya melakukan kesiapsiagaan bencana yang meliputi cognitive, affective, dan psychomotor (CAP) melalui kegiatan pelatihan. Kader kesehatan sebagai bagian dari masyarakat belum pernah terpapar pelatihan sehingga perlu dilakukan pelatihan untuk mengurangi dampak dari kejadian bencana gempa bumi.

Tujuan: Mengukur pengaruh pelatihan kesiapsiagaan bencana gempa bumi terhadap CAP kader kesehatan di daerah rawan bencana gempa bumi di Bantul Yogyakarta.

Metode: Penelitian menggunakan pendekatan pre-experimental design dengan metode one group pretest posttest design using a double post-test. Sampel penelitian ini merupakan 30 kader kesehatan di Kecamatan Pundong Bantul Yogyakarta. Pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling. Intervensi yang dilakukan adalah pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi yang dilakukan selama 1 hari. Pre-test dan post-test dilakukan di hari yang sama, sedangkan pengukuran retensi dilakukan 2 minggu setelah pelatihan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner cognitive dan affective serta lembar observasi psychomotor. Analisis data menggunakan uji repeated-ANOVA.

Hasil: Rerata nilai CAP kader kesehatan meningkat setelah diberikan pelatihan, dan menurun setelah dua minggu setelah diberikan pelatihan kesiapsiagaan bencana gempa bumi. Pada penelitian ini ditemukan dampak intervensi pelatihan yang diberikan terhadap cognitive kader kesehatan (p<0>

Kesimpulan: Pelatihan kesiapsiagaan bencana gempa bumi penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana pada kader kesehatan. Instrumen yang dihasilkan dari penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam pembelajaran kesiapsiagaan bencana dan dapat dikembangkan dalam konteks bencana yang lebih luas.

Kata Kunci: pelatihan, kesiapsiagaan bencana, gempa bumi, kognitif, afektif, psikomotor, kader kesehatan

Background: Yogyakarta is one of the provinces that is vulnerable to earthquakes. The 2006 Yogyakarta earthquake caused 6,000 deaths and 38,000 injuries. Some of these impacts illustrate the importance of carrying out disaster preparedness which includes cognitive, affective and psychomotor (CAP) through training activities. Health cadres as part of society have never been exposed to training, so training needs to be carried out to reduce the impact of earthquake disasters.

Objective: This study aims to determine the effect of earthquake disaster preparedness training on the CAP of health cadres in the earthquake-prone area of Bantul, Yogyakarta.

Method: The research used a pre-experimental design one group pretest posttest design using a double post-test. The sample for this research was 30 health cadres in Pundong Bantul District, Yogyakarta. Sampling was taken using a consecutive sampling technique. The intervention carried out was Earthquake Disaster Preparedness training which was carried out for 1 day. The pre-test and post-test were carried out on the same day, while retention measurements were carried out 2 weeks after training. Data collection was carried out using cognitive and affective questionnaires and psychomotor observation sheets. Data analysis used repeated-ANOVA analysis.

Results: The average CAP score of health cadres increased after being given training, and decreased after two weeks after being given earthquake disaster preparedness training. In this study, it was found that the impact of the training intervention provided on the cognitive health cadres was found (p<0>

Conclusion: Earthquake disaster preparedness training is important to improve disaster preparedness among health cadres. The instruments resulting from this research can be used as a guide in learning disaster preparedness and can be developed in a wider disaster context.

Keywords: training, disaster preparedness, earthquake, cognitive, affective, psychomotor, health cadres

Kata Kunci : pelatihan, kesiapsiagaan bencana, gempa bumi, kognitif, afektif, psikomotor, kader kesehatan

  1. S2-2024-495810-abstract.pdf  
  2. S2-2024-495810-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-495810-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-495810-title.pdf