Laporkan Masalah

Analisis kinerja perencanaan pengelolaan banjir :: Studi kasus Saluran Gunung Sari di Kota Surabaya

MAS, Anton Dharma Pusaka, Ir. Darmanto, Dipl.,HE.,MSc

2004 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Bagi perkembangan Kota Surabaya, areal sepanjang saluran Gunung Sari memiliki arti penting. Hal ini dikarenakan pada area ini terjadi perkembangan pembangunan permukiman yang pesat, sehingga banjir di area ini secara langsung memberi dampak yang negatif bagi perkembangan kota Surabaya. Perencanaan untuk pengelolaan bencana banjir di Saluran Gunung Sari sudah dilakukan oleh Proyek Brantas sejak tahun 1988. Kemudian perencanaan ini direview tahun 1993 dan direview kembali tahun 1999. Penelitian ini ingin menganalisis kinerja ketiga perencanaan pengelolaan yang dibuat oleh Proyek Brantas tersebut yang dilakukan dengan bantuan software HEC-FDA. Dimana software HEC-FDA ini melakukan analisis resiko yang memberikan pertimbangan ekonomi. Pendekatan hidro-ekonomi dengan alat bantu analisis HEC-FDA dapat menghasilkan indikator kinerja Perencanaan Pengelolaan Banjir dalam bentuk nilai biaya total dan biaya resiko (biaya kerusakan harapan tahunan / Expected Annual Damage/ EAD). Perencanaan yang memiliki biaya total terkecil yaitu Perencanaan Brantas 1988 dengan nilai biaya total Rp. 893,692,230.-/tahun dan biaya resiko Rp. 384,238,410.-/tahun. Dengan demikian, Perencanaan Brantas 1988 memiliki kinerja terbaik untuk pengelolaan banjir di Saluran Gunung Sari.

For Surabaya’s growth, areal along Gunung Sari channel have the important meaning. Because of the rising of settlement development in this area, so that floods in this area directly give the negative impact for growth of Surabaya City. Planning for the floods disaster management in Gunung Sari Channel have been conducted by Brantas Project since year 1988. Then this planning was reviewed in year 1993 and year 1999. This research will analyse the performance of planning which were made by Brantas Project. It will done constructively by HEC-FDA, the software that do the risk analysis with included the economic consideration. Hydro-Economy approach, by the HEC-FDA analysis assist, can yield the indicator of Floods Management Planning performance in the form of total cost and risk cost (Expected Annual Damage/ EAD). The planning with smallest total cost is Brantas year 1988 Planning wich has the total cost as Rp. 893,692,230.- /year and risk cost as Rp. 384,238,410.- /year. Thereby, Brantas year 1988 Planning has the best performance among other Brantas’s plannings for floods management in Gunung Sari Channel.

Kata Kunci : Banjir,Perencanaan Pengendalian,Kinerja, total cost, risk cost, best performance


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.