Laporkan Masalah

Pengembangan Kawasan Koridor Sungai Code dengan Konsep Green Riverfront

Mutia Azzahra Aridloi, Dr. Eng. Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng.

2024 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Urbanisasi menyebabkan ruang terbuka hijau semakin terbatas, terutama di kawasan bantaran sungai. Kawasan Koridor Sungai Code pada perencanaan terletak di Kabupaten Sleman, tepatnya di Kecamatan Mlati, Kelurahan Sinduadi. Kawasan tersebut mengalami pertumbuhan penduduk yang pesat dan menyebabkan kurangnya ruang terbuka, infrastruktur kurang memadai, hingga pencemaran lingkungan karena sampah limbah domestik. Pemerintah merespon dengan rencana pengembangan, namun perbedaan peruntukan dan meningkatnya masalah memerlukan perencanaan yang lebih efektif. Dilakukan perencanaan atas kawasan tersebut dengan tujuan mewujudkan Kawasan Sungai Code sebagai kawasan peruntukan permukiman sekaligus kawasan lindung.

Rencana Pengembangan Kawasan Koridor Sungai Code menggunakan konsep Green Riverfront. Di dalam konsep tersebut, elemen yang direncanakan yaitu Peruntukan Lahan, Bentuk dan Massa Bangunan, Aksesibilitas, Ruang Terbuka dan Tata Hijau, serta Fasilitas dan Utilitas Lingkungan. Metode yang digunakan dalam perencanaan yaitu metode Gap Analysist dan Benchmarking sebagai metode analisis yang mengevaluasi dan membandingkan kondisi eksisting Kawasan Koridor Sungai Code dengan prinsip ideal dan preseden, metode SCAMPER sebagai metode pengembangan alternatif rencana, dan Performance Matrix sebagai metode pemilihan alternatif. Berdasarkan penilaian dengan prinsip green riverfront, alternatif rencana yang terpilih adalah multi centered green riverfront. Alternatif ini lalu dikembangkan dan dilaksanakan dalam jangka waktu sepuluh tahun.

Urbanization has led to increasingly limited green open spaces, especially in riverbank areas. The Code River Corridor area in the planning is located in Sleman Regency, specifically in the Mlati Sub-district, Sinduadi. The area has experienced rapid population growth, resulting in building density, the lack of open space, inadequate infrastructure, and environmental pollution due to domestic waste. The government has responded with development plans, but differences in allocation and escalating issues require more effective planning. Planning for the area is undertaken with the goal of realizing the Code River Area as both a residential area and a conservation area.

The Code River Corridor Area Development Plan uses the Green Riverfront concept. In this concept, the writer is using five element planning, which is land use, building mass and , accessibility, open space and green planning, facilities and utilities. The method used in this planning are gap analysis and benchmarking as the analysis method that evaluate and comparing the existing condition of Code River Corridor with ideal principles and the precedents, added with SCAMPER as the method to assess and develop alternative plan, and finished with performance matrix as an alternative selection method. Based on the assessment using green riverfront principles, the chosen alternative plan is multi centered green riverfront. This alternative was then developed and implemented over a period of ten years.

Kata Kunci : green riverfront, koridor sungai, perencanaan / green riverfront, river corridor, planning

  1. S1-2024-428583-abstract.pdf  
  2. S1-2024-428583-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-428583-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-428583-title.pdf