Laporkan Masalah

Kajian sistem mitigasi bencana banjir sungai Deli dan Percut untuk pengendalian banjir Kota Medan

IRWANSYAH, Sinar, Dr.Ir. Sunjoto, Dipl.,HE.,DEA

2004 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Bencana banjir merupakan permasalahan umum yang terjadi disebagian besar wilayah Indonesia, terutama di daerah padat penduduk seperti Kota Medan. Pengendalian banjir Kota Medan yang telah dilaksanakan selama ini difokuskan pada bagian alur sungai saja (in-stream) dan belum menyentuh pada pengelolaan DAS terpadu (off-stream). Salah satu usaha pengendalian banjir adalah dengan membuat saluran banjir kanal sepanjang 3.820 m yang menghubungkan Sungai Deli dengan Sungai Percut. Banjir kanal ini diharapkan mampu mengatasi sebahagian aliran banjir Sungai Deli ke Sungai Percut. Pada penelitian ini dilakukan kajian mitigasi banjir dengan simulasi. Simulasi pertama dengan merubah tata guna lahan, simulasi kedua dengan sumur resapan, simulasi ketiga dengan pembangunan waduk/dam, simulasi keempat dengan menggabung perubahan tata guna lahan dan sumur resapan dan simulasi kelima dengan menggabung perubahan tata guna lahan, bersama sumur resapan dan waduk/dam. Dengan melakukan simulasi maka dapat diketahui sampai sejauh mana perubahan debit puncak yang terjadi dan diperbandingkan dengan kondisi sebelum dan sesudah pembangunan banjir kanal. Untuk mengetahui pengurangan elevasi muka air disimulasikan dalam aplikasi program HEC-RAS. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembangunan banjir kanal menghasilkan penurunan elevasi muka air banjir Sungai Deli antara 11,24% sampai 11,85% relatif dibanding kondisi awal (eksisting). Pembangunan banjir kanal yang dikombinasikan dengan pengelolaan DAS menghasilkan penurunan elevasi muka air banjir 11,39% sampai 13,32% relatif dibanding kondisi awal untuk berbagai simulasi.

Flood disaster represents the common problems that happened in Indonesian region, especially in densely populated area as Medan City. Therefore, it is required to pay attention to the causing floods so that it can be anticipated to minimize the losses. Medan flood controls have been focusing the in-stream only and have not touched the watershed management (off-stream) yet. The increasing of resident requires the wider farmland. The effect of this land use change will modify the watershed characteristics. One of efforts to control the floods is floodway. It is planning as 3.820 m to connect the Deli River and the Percut River. This plan is expecting to overcome the floods from Deli River. In this research, the study of floods mitigation is conducted by the simulation. First simulation is by the land use change, second simulation is by the infiltration well, third simulation is by the dam, fourth simulation is by joining the land use change and infiltration well and fifth simulation is by joining land use change, infiltration well, and dam. By conducting the simulation, it can be found the change of peak discharge and compared to the condition of before and after development of floodways. Reductions of the water level are simulated by the HEC-RAS mathematical model. The study shows that the Deli-Percut Floodway is reducing the water level at Deli River 11.24% until 11.85% relative to existing condition flood. While by the land use management the water level of floods reduces 11.39% until 13.32% relative to existing condition in various simulations

Kata Kunci : Bencana Banjir,Sistem Mitigasi, Floods, mitigation, floodway and simulation of management watershed.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.