Laporkan Masalah

Kajian angkutan sedimen untuk pengendalian kerusakan sungai Unda

SUARDANA, Ida Bagus Lanang, Prof.Dr.Ir. Bambang Triatmodjo, CES.,DEA

2004 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Sungai Unda merupakan salah satu sungai yang mempunyai hulu di lereng selatan Gunung Agung dan mempunyai potensi bahan galian C yang sejak lama telah dimanfaatkan sebagai pemasok kebutuhan material untuk pembangunan prasarana fisik, maka kebutuhan akan bahan galian C semakin meningkat seiring dengan waktu dan berkembangnya pembangunan permukiman dan sarana prasarana lainnya yang kesemuanya menggunakan bahan galian C, hal ini menyebabkan penambangan bahan galian C semakin marak dan tidak terkendali. Rusaknya bangunan check dam CD Ud4 dan check dam Jumpai serta turunnya dasar sungai merupakan gambaran nyata permasalahan pada sungai Unda. Untuk mengetahui fenomena tersebut perlu kajian tentang volume angkutan sedimen dan kaitannya dengan penambangan bahan galian C pada sungai Unda bagian hilir yang didekati dengan persamaan Y= 91,76 X1,256 yang dipakai oleh Bagian Proyek Pusat Latihan dan Pengembangan Teknik Sabo sehingga akan diketahui besarnya volume angkutan sedimen yang melewati bangunan check dam dan dibandingkan dengan pengambilan bahan galian C. Dari hasil kajian ini dapat diketahui volume angkutan sedimen rata-rata sebesar 785.897,52 m3/tahun dan pengambilan bahan galian C sebesar 1.148.000 m3/tahun. Jika kedua hasil tersebut dibandingkan, maka terjadi kelebihan pengambilan bahan galian C sebesar 362.102,48 m3. Akibat dari kelebihan pengambilan bahan galian C tersebut dasar sungai mengalami degradasi yang besarnya bervariasi atau rata-rata sebesar 5,53 m. Melihat kondisi seperti ini perlu diambil langkah-langkah pengendalian dan tindakan yang lebih kompleks sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat diatasi.

Unda River is the one among the river that has an upstream reach originate from the south slope of Mount Agung and has potensial sand mining, which been benefited for many years as a material to fulfil the need of physycal structure building. Along with the rapid development of physical structure, therefore the need of sand mining increases as well day by day, this causes of sand mining becomes more popular and uncontrolled. And caused a damage of check dam CD Ud4, check dam Jumpai and degradation of the riverbed in are the fact of real problems at of Unda River. For knowing that kind of phenomena, it need a research about volume of sediment transport and it relationship to the volume of sand mining on the downstream of Unda River by using equation that derive from Sabo Technical Centre so it will compare the value of sediment transport that flow through the check dam and the sand mining. From the research it knew that the average value of sediment transport rate is 785,897.522 m3/year and the volume of sand mining is 1,148,000 m3/year. If the both values is compare, the sand mining has a 362,102.478 m3 more than a sediment supply. Because of that excess in riverbed degradation has occurred with a variation value, succh as average with a 5,53 m of degradation. By watching this condition so it need a more complex countermeasure so it can’t handle the problem.

Kata Kunci : Sungai,Pengendalian Kerusakan,Angkutan Sedimen, Sediment Transport, Sand Mining, Degradation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.