Kajian pola tata air pengembangan reklamasi rawa pasang surut di delta Telang I Kabupaten Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan
SAHBAR, Robi, Dr.Ir. Budi Wignyosukarto, Dip.HE
2004 | Tesis | S2 Teknik SipilPada daerah pengembangan lahan rawa pasang surut guna kepentingan pertanian, pola pengelolaan tata air merupakan salah satu yang menentukan keberhasilan produksi. Proses pemberian dan pembuangan air di daerah tersebut sangat dipengaruhi oleh elevasi lahan dan gerakan pasang surut di saluran. Keadaan hidrotopografi lahan mempengaruhi terjadinya penggenangan di musim hujan atau kekeringan di musim kemarau. Kasus pengelolaan tata air di lahan rawa pasang surut yang menarik untuk dipelajari adalah kasus di Unit Telang I Kabupaten Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan. Aliran air di saluran dipengaruhi oleh gerakan pasang surut yang sangat dinamis (unsteady flow). Kapasitas saluran untuk membuang dan memberi air tergantung pada kecepatan aliran yang sangat ditentukan oleh perubahan elevasi muka air pada saat pasang atau saat surut. Untuk mengetahui kemampuan saluran membuang dan memberi air tersebut dilakukan evaluasi tata air dengan model matematika aliran tidak permanen satu dimensi DUFLOW. Hasil simulasi menyatakan bahwa pada saat musim kemarau, hanya 476,66 ha (72,22%) dari 660 ha, yang dapat diairi dengan air pasang. Kapasitas saluran yang ada dapat membuang kelebihan air hujan pada saat terjadi pasang maksimum dan hujan maksimum.
Water management of the irrigation system is one of the important support to the agriculture production especially in the swampy area. System of supply and drainage are influenced by the tidal fluctuation compare to the land elevation. Its hydrotopographic condition could promote land inundation during wet season or drought during dry season. The water management at Unit Telang I Banyuasin South Sumatera Province is an interesting case to be studied in this research. The flow of water in the canal is an unsteady flow. The canal drainage or supply capacity is determined by the slope of tidal water level. A mathematical model based on one dimensional unsteady flow (DUFLOW), is used to evaluate the drainage and supply capacity of the Telang I canal network. The result of the mathematical simulation show that 72,22% (476,66 ha) of the area could be irrigated by the tidal movement. The existing canal capacity could drain the excess water during high tide and maximum rainfall.
Kata Kunci : Reklamasi Rawa Pasang Surut,Pola Tata Air, Water management, Unsteady flow, Swampy area, Duflow