MOTIF CERITA HUBUNGAN ASMARA SEDARAG DALAM BABAD PRAMBANAN: KAJIAN NARATOLOGI A.J. GREIMAS
VINA DIAH PERMATA, Dr. Djarot Heru Santosa, M.Hum.
2024 | Skripsi | SASTRA NUSANTARA
Penelitian ini membahas motif dan menganalisa fungsi
aktan cerita hubungan asmara sedarah dalam Babad Prambanan. Objek cerita
diambil dari sebuah buku dengan judul Babad
Prambanan Transliterasi dan Ringkasan Proyek Penelitian Buku Sastra Indonesia
dan Daerah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Teori yang
digunakan dalam penelitian ini adalah teori Naratologi oleh A.J. Greimas dengan
menekankan fungsi aktan. Aktan dalam naratologi Greimas berfungsi untuk membuat hubungan dan
keteraturan komunikasi dalam cerita. Aktan menempati beberapa fungsi yaitu, subjek, objek, pengirim, penerima, penolong dan penentang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kepustakaan
dengan mengumpulkan beberapa studi literatur.
Berdasarkan teori yang digunakan, diketahui dua motif penyebab
terjadinya peristiwa hubungan asmara sedarah dan fungsi aktan dalam cerita. Dua
motif tersebut adalah adanya kebutuhan biologis dan psikologis tokoh laki-laki
dalam cerita.
Kata Kunci:
Babad Prambanan, naratologi, tokoh cerita dan asmara sedarah
This research discusses motives of a series of event and
analyzes the function of actants in the story of inbreeding romance in Babad
Prambanan. The object of the story is taken from a book titled Babad Prambanan Transliterasi dan Ringkasan
Proyek Penelitian Buku Sastra Indonesia dan Daerah Perpustakaan Nasional
Republik Indonesia.
The theory used in this
research is the Narratology theory by A.J. Greimas by emphasizing the actant
function. Actants in Greimas’s narratology aims to create cohesivity and to
keep the communication of the story in order. Actants occupies several
functions, such as subject, object, sender, receiver, helper, and opponent. The
research method used is literature review by collecting several literature
studies.
Based on the theory used, show
that there are two causal motives of inbreeding romance and the function of the
actants in the story. These two motives are the biological and psychological
male characters’s needs in the story.
Keyword: Babad Prambanan, narratological analysis, characters and incestuous
romantic relationship.
Kata Kunci : Babad Prambanan, naratologi, tokoh cerita dan asmara sedarah