Laporkan Masalah

Dinamika Tingkat Laba dan Finansialisasi Studi Kasus: Perusahaan Non Finansial di Negara G20

Hillarius Mariando Label Dhani Sanjaya, Diny Ghuzini, S.E, M.Ec., Ph.D

2023 | Tesis | S2 Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan

Perekonomian dunia paska liberalisasi finansial mengalami apa yang disebut sebagai finansialisasi dimana pusat akumulasi nilai tambah atau laba terjadi pada sektor finansial bukan lagi sektor produksi. Menurut tradisi neoklasik maupun Keynesian-baru finansialisasi merupakan konsekuensi dari kebutuhan agen perekonomian guna mengalokasikan kapital dan secara inheren memiliki natur harmonis, sementara menurut ekonomi post-keynesian finansialisasi dilihat sebagai transformasi penuh perekonomian akibat liberalisasi finansial yang memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja sektor riil. Ketiga mazhab tersebut menekankan peran aktif sektor finansial dalam mempengaruhi dinamika sektor riil, namun tidak sebaliknya. Analisis satu arah ini justru menyebabkan determinan yang mendorong ekspansi aset finansial itu sendiri tidak terselidiki. Penelitian ini hendak menganalisis perihal determinan pokok pendorong finansialisasi dengan berfokus pada dinamika di sektor riil. Analisis didasarkan pada pendekatan ekonomi politik klasik yang menyatakan bahwa surplus nilai hanya dapat tercipta di sektor produksi riil, dan menekankan eksposisi terpadu antara sektor finansial dan sektor produksi riil melalui medium moneter. Penelitian dilakukan pada 28780 Perusahaan non finansial di negara G20 pada kurun waktu 2006 hingga 2023 dengan menggunakan model data panel dinamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sektor riil berupa tingkat laba dan reinvestasi kapital secara signifikan mempengaruhi ekspansi aset finansial.

The world economy after financial liberalization experienced what is known as financialization where the center of accumulation of added value or profits occurred in the financial sector, no longer in the production sector. According to the neoclassical and new-Keynesian traditions, financialization is a consequence of the need for economic agents to allocate capital and inherently has a harmonious nature, while according to post-Keynesian economics, financialization is seen as a complete transformation of the economy due to financial liberalization which has a negative influence on real sector performance. These three schools of thought emphasize the active role of the financial sector in influencing the dynamics of the real sector, but not vice versa. This one-way analysis causes the determinants that drive the expansion of financial assets themselves to go uninvestigated. This research aims to analyze the main determinants driving financialization by focusing on dynamics in the real sector. The analysis is based on a classical economic approach which states that surplus value can only be created in the real production sector and emphasizes an integrated exposition between the financial sector and the real production sector through the monetary medium. The research was conducted on 28780 non-financial companies in G20 countries from 2006 to 2023 using a dynamic panel data model. The research results show that real sector variables in the form of rate of profits and capital reinvestment significantly influence financial asset expansion.

Kata Kunci : financialization, rate of profit, non-financial corporations

  1. S2-2023-491490-abstract.pdf  
  2. S2-2023-491490-bibliography.pdf  
  3. S2-2023-491490-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2023-491490-title.pdf  
  5. S2-2024-491490-abstract.pdf  
  6. S2-2024-491490-bibliography.pdf  
  7. S2-2024-491490-tableofcontent.pdf  
  8. S2-2024-491490-title.pdf