Laporkan Masalah

Pengaruh Penggunaan Aerasi Terhadap Perkembangan Gonad Ikan Wader Pari (Rasbora lateristriata Bleeker, 1854)

Eben Ezer Simanungkalit, Dr. Bambang Retnoaji, S.Si., M.Sc

2024 | Tesis | S2 Biologi

Ikan wader pari merupakan ikan endemik di wilayah Asia Tenggara. Ikan wader pari termasuk dalam Ordo Cypriniformes dan Famili Cyprinidae yang tersebar dari Pulau Sumatera hingga Sumbawa. Ikan wader tergolong ikan yang sangat diminati untuk dikonsumsi sehingga menjadi salah satu ikan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Organ reproduksi ikan betina adalah ovarium. Ovarium memiliki bentuk longitudinal dan berjumlah sepasang. Faktor lingkungan seperti oksigen terlarut menjadi salah satu faktor penting bagi semua organisme air dan menjadi indikator kualitas air. Sehingga semakin banyak konsentrasi oksigen terlarut di dalam air maka kualitas air semakin baik. Kondisi oksigen yang cukup membuat peluang terjadinya hipoksia atau stres semakin kecil sehingga meningkatkan pertumbuhan ikan dan mempercepat perkembangan gonad. Penggunaan aerasi dalam budidaya memiliki peran yang penting untuk menjaga kelangsungan hidup yang lebih baik yaitu tersedianya pasokan oksigen yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian aerasi terhadap pertumbuhan dan perkembangan gonad ikan wader pari serta melihat pengaruh aerasi terhadap kualitas air. Perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari perlakuan kontrol (non aerasi), aerasi sedang (8L/Menit), aerasi tinggi (15L/Menit) serta perlakuan aerasi tinggi (15L/Menit) dengan jumlah kepadatan populasi ditambah 50%. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pemijahan ikan wader, pemeliharaan larva, perlakuan selama dua bulan, pengukuran kualitas air, pengukuran pertumbuhan ikan, rasio matang gonad, pengamatan pigmentasi linear literalis, pembuatan preparat histologi dengan pewarnaan HE dan analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan aerasi meningkatkan pertumbuhan ikan wader pari, meningkatkan jumlah pigmentasi linear literalis dan meningkatkan jumlah oksigen terlarut. Sedangkan penggunaan aerasi tidak meningkatkan kematangan gonad ikan wader pari tetapi meningkatkan ukuran diameter folikel.

The yellow rasbora fish is endemic to Southeast Asia. The yellow rasbora fish is included in the Cypriniformes and Cyprinidae family order based on Linnaean taxonomy, spread from Sumatra to Sumbawa Islands. The market demand for yellow rasbora fish’s supply is strong, marking this variety of fish with excellent economic value. The female reproductive organ is the ovary. The ovaries have a longitudinal shape and are numbered in pairs. Environmental factors such as dissolved oxygen is essential for all aquatic organisms and indicators of water quality. Therefore, the more dissolved oxygen concentration in the water, the better the water quality. Adequate oxygen conditions reduce the chances of hypoxia or stress, increasing fish growth and accelerating gonadal development. Aeration in cultivation has a critical role in maintaining better survival, namely the availability of optimal oxygen supply. This study aimed to determine the effect of aeration on the growth and development of gonads of yellow rasbora fish and see the impact of aeration on water quality. The treatments in this study consisted of control treatment (non-aeration), medium aeration (8L/min), high aeration (15L/min) and high aeration treatment (15L/min) with the number of population density added by 50%. The methods used in this study were yellow rasbora fish breeding, larvae rearing, treatment for two months, measuring water quality, measuring fish growth, gonad maturity ratio, observation of literalist linear pigmentation, making histological preparations, and data analysis. The results of this study indicate that the use of aeration increases the growth of stingray waders, increases the amount of pigmentation of linear literalis and increases the amount of dissolved oxygen. While the use of aeration does not increase the maturity of ray wader gonads but increases the size of follicle diameter.

Kata Kunci : Aerasi, Gonad, Ikan Wader Pari, Oksigen Terlarut, Ovarium

  1. S2-2024-490301-abstract.pdf  
  2. S2-2024-490301-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-490301-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-490301-title.pdf