Proses Bisnis Kewirausahaan Sosial pada Rehabilitasi Centrum Sentra Kreasi Atensi (eRCe SKA) Manahan dalam Memberdayakan Penyandang Disabilitas Fisik
Erika Malaranti, Matahari Farransahat, S.E., M.H.E.P
2023 | Skripsi | ILMU SOSIATRI
Tingginya diskriminasi yang dialami penyandang disabilitas menjadikannya semakin termarginalkan, khususnya pada sektor ketenagakerjaan. Di sisi lain, penyandang disabilitas yang memiliki kuasa atas keberdayaan dirinya tentu lebih leluasa untuk mewujudkan kesejahteraanya. Kewirausahaan sosial yang memberdayakan penyandang disabilitas menjadi solusi yang dapat menjawab masalah sosial tersebut, sebagaimana praktik dari eRCe SKA Manahan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini yaitu mengetahui proses bisnis kewirausahaan sosial eRCe SKA Manahan dalam memberdayakan penyandang disabilitas fisik.
Teori dalam penelitian yaitu Teori Kewirausahaan Sosial oleh Lumpkin (2013) yang menjelaskan 3 elemen dasar yaitu anteseden, orientasi, dan outcome. Teori ini terintegrasi dengan Teori ABCD (Asset Based Community Development) dalam pendekatan pemberdayaan masyarakat menurut (McKnight, 2017) sebagai justifikasi atas keberdayaan penyandang disabilitas. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif untuk memahami proses kewirausahaan sosial yang memberdayakan penyandang disabilitas. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik targeted sampling dengan pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi di eRCe SKA Manahan serta uji kredibilitas data menggunakan metode triangulasi sumber.
Temuan hasil penelitian menunjukan bahwa eRCe SKA Manahan mampu mengatasi permasalah ketenagakerjaan melalui pemanfaatan potensi yang dimiliki oleh PPKS serta meminimalisir stigma dan diskriminasi bagi penyandang disabilitas. Meskipun demikian, proses kewirausahaan sosial dari eRCe SKA memang bukan best practice. Ditemukan beberapa kendala ringan yang mengarah pada ketergantungan, yang kedepannya dapat diatasi dengan usaha bersama pihak terkait.
The high level of discrimination experienced by people with disabilities further marginalizes them, especially in the employment sector. Conversely, individuals with disabilities who have control over their empowerment have more freedom to achieve their well-being. Social entrepreneurship that empowers people with disabilities becomes a solution to address this social issue, as seen in the practices of eRCe SKA Manahan. Therefore, the objective of this research is to understand the social entrepreneurial business process of eRCe SKA Manahan in empowering physically disabled individuals.
The theory used in this study is the Social Entrepreneurship Theory by Lumpkin (2013), which explains three basic elements: antecedents, orientation, and outcomes. This theory is integrated with the ABCD (Asset-Based Community Development) Theory in the approach to empowering communities according to McKnight (2017), justifying the empowerment of people with disabilities. The research method employed is descriptive qualitative to comprehend the social entrepreneurial process empowering people with disabilities. Informant selection in this research utilizes targeted sampling techniques, collecting data through interviews, observations, and documentation at eRCe SKA Manahan, along with testing data credibility through triangulation of sources.
The research findings indicate that eRCe SKA Manahan is capable of addressing employment issues through the utilization of the potential possessed by individuals with disabilities while minimizing stigma and discrimination. However, the social entrepreneurship process of eRCe SKA is not considered a best practice. Several minor obstacles were identified that lead to dependency, which can be addressed in the future through collaborative efforts with relevant parties.
Kata Kunci : Penyandang Disabilitas, Asset Based Community Development, Proses Kewirausahaan Sosial