Kandungan amilum mikrospora Dendrobium anita selama perkembangan bunga dan induksi androgenesis
WAHYUNI, Dwi Kusuma, Dr. Ari Indrianto, SU
2004 | Tesis | S2 BiologiPenelitian ini mempunyai tujuan jangka panjang mendapatkan embrio dan plantlet dari mikrospora Dendrobium anita dan tujuan jangka pendeknya adalah mengetahui stadium dimana mulai terbentuk amilum selama perkembangan mikrospora, mengetahui korelasi kandungan amilum mikrospora dengan anatomi perkembangan anter, pertumbuhan anter, dan viabilitas mikrospora selama induksi androgenesis. Obyek dari penelitian ini adalah kuncup bunga. Kuncup bunga dikelompokkan menjadi Kelompok I (0,8-1,2cm), Kelompok II (1,3-1,7cm), Kelompok III (1,8-2,2cm), Kelompok IV (2,3-2,7cm), dan Kelompok V (2,8cmmekar). Kelompok III digunakan untuk induksi androgenesis. Induksi androgenesis berupa perlakuan suhu 34°C dan medium B (starvasi gula dan nitrogen). Data kandungan amilum mikrospora, anatomi perkembangan anter, viabilitas mikrospora, morfologi mikrospora dengan/tanpa pengecatan lugol, dan panjang, berat basah, berat kering anter diambil pada tiap-tiap tahap perkembangan bunga dan induksi androgenesis. Selanjutnya data kuantitatif yang berhubungan dianalisis dengan Uji Korelasi Pearson Bivariate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amilogenesis mulai terjadi pada mikrospora Kelompok I (0,8-1,2cm) dengan kandungan amilum sebesar 29 ppm/anter, kandungan amilum mikrospora berkorelasi dengan struktur anatomi anter (kehadiran tapetum), bekorelasi positif (P<0,01) terhadap pertumbuhan anter sampai pada kelompok IV (2,3-2,7cm), berkorelasi positif (P<0,01) terhadap viabilitas mikrospora selama induksi androgenesis
This research has long aims are to get plantlet and embryo of Dendrobium anita microspore and short aims are to know stadium where starch is start formed during microspore development, to know correlation microspore starch content to anther development anatomy, anther growth, and microspore viability during androgenesis induction. The object of this research is flower buds. Flower buds are grouped to Group I (0,8-1,2cm), Group II (1,3-1,7cm), Group III (1,8-2,2cm), Group IV (2,3- 2,7cm), and (2,8-blooming). Group II is use for androgenesis induction. Androgenesis induction are heat shock (34°C) treatment and B medium (nitrogen and sugar starvation). Starch content, anther development anatomy, microspore viability, microspore morphology with/without lugol test and anther growth data are taken in each flower development and androgenesis induction stadium. Furthermore correlation quantitative data are analyzed with Pearson Bivariate Correlation Test The result show that starch is start formed in Group I (0,8-1,2cm) microspore (29ppm/anther). Microspore starch content has correlation to anther anatomy structure (tapetum presence), positive correlation (P<0,01) to anther growth until Group IV (2,3-2,7cm) and positive correlation (P<0,01) to microspore viability during androgenesis induction.
Kata Kunci : Pemuliaan Tanaman,Mikrospora,Induksi Androgenesis