Laporkan Masalah

VARIASI BUNYI DAN FONEM BAHASA JAWA DI DESA SUNGGINGSARI KECAMATAN PARAKAN KABUPATEN TEMANGGUNG

Arfanda Hope Putumuhadi, Dr. Hendrokumoro, M.Hum.

2024 | Skripsi | SASTRA NUSANTARA

Bahasa Jawa merupakan bahasa daerah yang memiliki penutur terbanyak yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Dengan banyaknya penutur bahasa tersebut, membuat adanya perbedaan-perbedaan yang muncul. Oleh karena itu, dikenal juga adanya variasi bahasa. Variasi tersebutlah yang kemudian diteliti dalam tulisan ini. Adapun objek pembahasannya adalah bahasa Jawa yang ada di Desa Sunggingsari, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung. Pemilihan daerah penelitian disebabkan oleh adanya penyebutan ‘basa Parakan’ oleh masyarakat Temanggung untuk menggambarkan bahasa Jawa yang berada di Kecamatan Parakan dan sekitarnya yang juga ditandai dengan bahasa Jawa yang lebih mirip dengan dialek Ngapak dikarenakan adanya beberapa kata yang digunakan pada dialek Banyumas dan Tegal.
Variasi bahasa Jawa di Desa Sunggingsari tersebut akan diteliti pada bidang fonetik dan fonologi. Fonetik akan membahas pada realisasi bunyinya, sedangkan fonologi akan membicarakan mengenai fonem-fonem, khususnya proses fonemis yang muncul. Untuk mengumpulkan data bunyi maupun fonem yang bersifat kualitatif tersebut, peneliti menggunakan metode simak libat cakap demi mendapatkan data ujaran yang natural.
Penelitian ini menghasilkan identifikasi jumlah fonem vokal yang muncul ada enam buah, yaitu /a, i, u, e, ?, o/ dan fonem konsonan dengan jumlah 24 buah dengan dua fonem merupakan fonem yang hanya digunakan pada kata-kata serapan bahasa asing, yaitu /f/ dan /z/, sedangkan sisanya berjumlah 20, di antaranya /b, c, d, ?, g, h, j, k, l, p, r, s, t, ?, w, y, ?, ñ, m, n/. Selain itu, ditemukan pula kasus penebalan beberapa bunyi, yaitu [w, y, m, n, l, r]. Kemudian terdapat pengubahan bunyi pada kata dengan akhir /n/ yang dapat berubah menjadi /?/. Kata-kata yang muncul juga mengalami proses fonemik, seperti variasi bebas; epentesis; paragoge; aferesis; sinkope; apokope; metatesis; dan kontraksi.

The Javanese language is a local language with the most speakers in many regions of Indonesia. The many speakers of it raise elaboration of the language. Therefore, also known as language variation. Later, that is what the thesis will talk about. The object of its research is Javanese language variation in Sunggingsari village, Parakan sub-district, Temanggung regency. That location was chosen because of the “Parakan language” appellation by Temanggung’s people to represent the Javanese language in Parakan and its surroundings which is also mentioned by the language are more similar to Ngapak dialect since many words used in the Banyumas and Tegal dialect.
Language in Sunggingsari will discussed by phonetics and phonology’s field. The phonetic will talk about pronunciation, whereas the phonetic accommodates phonemes, especially the emergence of the phonemic process. To collect the qualitative research data, used the listen-involve-speak method to get natural speech data
The result of its research are identification of vocal phonemes that amount to six phonemes, are /a, i, u, e, ?, o/ and there are 24 consonant phonemes, which are /b, c, d, ?, g, h, j, k, l, p, r, s, t, ?, w, y, ?, ñ, m, n/. Besides that, research also found a thickening case on some vowels, namely [w, y, m, n, l, r]. Then, there are some words ending with /n/ that turn to /?/. The words also have phonemic processes, such as variation; epenthesis; paragoge; apheresis; syncope; apocope; metathesis; and contraction.

Kata Kunci : fonem, bunyi, proses fonemik, variasi bahasa

  1. S1-2024-443428-abstract.pdf  
  2. S1-2024-443428-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-443428-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-443428-title.pdf