Laporkan Masalah

Geobudaya Dan Geopolitik Timur Tengah Studi Kasus Dinamika Satu Dekade (2013-2023) Hubungan Mesir Dan Turki

AHMAD MINA RUHUL AMIN, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum.

2024 | Tesis | S2 Sastra/Kajian Timur Tengah

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan Mesir dan Turki serta mengungkap gambaran geobudaya dan geopolitik di Timur Tengah yang terfokus pada hubungan dua negara yang berpengaruh di Kawasan, yaitu Mesir dan Turki. Keduanya dinilai kerap terlibat dalam konflik dan persaingan di Timur Tengah, padahal dahulu Mesir dan Turki dapat dikatakan merupakan satu kesatuan di bawah pemerintahan Turki Utsmani (Utsmani) tahun 1517-1920. Secara budaya juga dapat dilacak bahwa mereka memiliki keterhubungan satu sama lain. Dengan menggunakan teori geobudaya dan geopolitik, melalui metode deskriptif kualitatif penelitian ini mendapatkan temuan bahwa dari sisi pengaruh, budaya Turki terbukti lebih dominan mempengaruhi Mesir hingga bertahan sampai hari ini. Salah satu alasannya adalah Utsmani yang berbudaya Turki saat itu berada pada posisi sebagai penguasa dalam kurun waktu yang lama. Dalam konteks hubungan politik, budaya dua negara yang saling terhubung itu tidak mengindikasikan memiliki pengaruh terhadap kualitas hubungan keduanya di masa sekarang. Motif hubungan politik Mesir dan Turki murni didasarkan pada kepentingan masing-masing pihak.  Pada tahun 2013, Mesir dan Turki memasuki era hubungan buruk yang disebabkan oleh dikudetanya pemerintahan Morsi dan berganti ke Al-Sisi. Morsi sendiri merupakan pentolan Ikhwanul Muslimin yang berhaluan sama dengan partai AKP Erdogan di Turki. Buruknya jalinan keduanya didukung oleh perbedaan ideologi politik yang dianut kedua pemimpin negara. Mesir bergaya militeristik dan tidak religius, sementara Turki di bawah Erdogan menggaungkan slogan demokrasi dan Islam. Hubungan kedua negara ada pada titik terendah hingga tahun 2020. Pada akhir 2021 Mesir dan Turki mulai memperlihatkan tanda memasuki fase baru yaitu normalisasi hubungan. Meskipun terdapat beberapa hal yang merintangi, kedua belah pihak konsisten melakukan komunikasi dan pertemuan dalam rangka mencapai hubungan baru yang lebih baik.

This research aims to analyse the relationship between Egypt and Turkey and to reveal the geo-cultural and geopolitical dynamics in the Middle East, focusing on the influential relationship between the two countries, Egypt and Turkey. Despite their historical connection as part of the Ottoman Empire from 1517 to 1920, Egypt and Turkey are often involved in conflicts and competition in the Middle East. Culturally, it can be traced that they have interconnectedness. By applying geo-cultural and geopolitical theories, this qualitative descriptive research finds that, in terms of influence, Turkish culture has proven to be more dominant in influencing Egypt and has persisted until today. One reason is that the Utsmani culture, which was Turkish, held a position of power for an extended period. In the context of political relations, the interconnected cultures of the two countries do not necessarily indicate an influence on the quality of their current relationship. The political relationship between Egypt and Turkey is purely based on the interests of each party. In 2013, Egypt and Turkey entered a period of strained relations due to the overthrow of the Morsi government and the rise of Al-Sisi new order. Morsi himself was a leader of the Muslim Brotherhood, sharing a similar ideology with Erdogan's AKP party in Turkey. The deterioration of their relationship was supported by the differing political ideologies of the two leaders. Egypt adopted a military and non-religious stance, while Turkey under Erdogan advocated for democracy and Islam. The relations between the two countries reached a low point until 2020. Towards the end of 2021, Egypt and Turkey began to show signs of entering a new phase of relationship normalization. Despite some obstacles, both parties consistently engaged in communication and meetings to achieve a new and improved relationship.

Kata Kunci : Mesir, Turki, Geobudaya, Geopolitik, Hubungan Diplomatik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.