Status Kesehatan Neonatus dari Ibu Hamil Remaja Selama Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Gunung Kidul
RAHMATUZZAHRA, WIDYAWATI, S.Kp., M.Kes., Ph.D ; PURWANTA, S.Kp., M.Kes
2023 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATAN
Latar Belakang: Angka kematian
neonatal di Indonesia masih tinggi, lebih dari 15% disebabkan Berat Badan Lahir
Rendah (BBLR). Kehamilan remaja merupakan kehamilan berisiko yang menjadi faktor
risiko terjadinya BBLR karena seringkali disertai anemia, depresi, dan kurang energi
kronis. Pandemi Corona Virus Disease-2019 (COVID-19) berdampak pada pelayanan
kesehatan ibu dan anak padahal kunjungan ke faskes sangat penting bagi ibu dan
luaran neonatus.
Tujuan
Penelitian: Mengetahui
gambaran status kesehatan neonatus: status lahir hidup atau mati, berat badan
lahir, dan panjang badan lahir bayi dari ibu hamil remaja selama masa pandemi COVID-19
di Kabupaten Gunung Kidul.
Metode: Deskriptif
kuantitatif restrospektif dengan pendekatan analisis data sekunder. Populasi
terjangkau pada penelitian ini adalah ibu hamil primigravida berusia 10-19
tahun dan melahirkan pada bulan November 2020-Maret 2023 di 6 Puskesmas
Kabupaten Gunung Kidul. Sampel diambil menggunakan total sampling berjumlah 50. Analisis penelitian univariat
menggunakan SPSS-29.
Hasil: Status lahir
neonatus pada ibu hamil remaja selama masa pandemi COVID-19 adalah lahir hidup (50/100%),
berat badan lahir normal (45/90%), dan panjang lahir normal (26/52%), dengan
karakteristik ibu mayoritas berusia 16-19 tahun, kawin, berpendidikan SMP/MTS,
tidak anemia, dan memiliki usia kelamilan cukup bulan (37-42 minggu) saat
melahirkan.
Kesimpulan: Selama masa
COVID-19, mayoritas bayi yang dilahirkan dari ibu remaja dalam kondisi status
kesehatan yang baik, dengan indikator lahir hidup, berat badan lahir normal,
dan panjang badan lahir normal.
Background: The neonatal mortality rate in Indonesia is still
high, more than 15% is caused by Low Birth Weight (LBW). Teenage pregnancy is a
risky pregnancy which is a risk factor for LBW, it is often accompanied by
anemia, depression and chronic lack of energy. The Corona Virus Disease-2019
(COVID-19) pandemic has had an impact on maternal and child health services,
even though visits to health facilities are very important for maternal and
neonatal outcomes.
Research Objective: To determine the description of the health status of
neonates: live/stillbirth, birth weight and length of babies from teenage
pregnant mothers during the COVID-19 pandemic in Gunung Kidul Regency.
Method: Retrospective quantitative descriptive with
secondary data analysis. The accessible population in this study was
primigravida pregnant women (10-19 years) and gave birth in November 2020-March
2023 at 6 Gunung Kidul Regency Health Centers. Samples were taken using a total
sampling of 50. Univariate research analysis used SPSS-29.
Results: The birth status of neonates in teenage pregnant
women during the COVID-19 pandemic was live birth (50/100%), normal birth
weight (45/90%) and birth length (26/52%), with the majority maternal
characteristics are 16-19 years old, married, have a junior high school
education, are not anemic, and have a full-term gestational age (37-42 weeks)
at birth.
Conclusion: During the COVID-19 pandemic, the majority of babies
born to teenage mothers were in good health status: live birth and normal birth
weight and length.
Kata Kunci : Kehamilan Remaja, Pandemi COVID-19, Status Lahir Neonatus Hidup/Mati, Berat Badan Lahir, Panjang Badan Lahir, Teenage Pregnancy, COVID-19 Pandemic, Live/Dead Neonate Birth Status, Birth Weight, Birth Length