Organisasi Lokal Perempuan dalam Upaya Konservasi Gambut dan Mangrove: Studi Kelompok Perempuan Peduli Gambut (KPPG) di Kelurahan Harapan Tani, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir
Nicolas Christian Tambunan, Bahruddin, S.Sos., M.Sc., Ph.D.
2023 | Skripsi | ILMU SOSIATRI
Persoalan mengenai pemberdayaan, perempuan, dan lingkungan menjadi topik bahasan yang tidak pernah usang untuk diulas, tak terkecuali pada diskursus pembangunan sosial dan kesejahteraan. Skripsi ini berbicara mengenai peran Kelompok Perempuan Peduli Gambut atau yang disingkat KPPG dalam pemberdayaan ekonomi yang ramah lingkungan. Gambut dan mangrove memiliki kemampuan untuk menyimpan karbon dalam jumlah besar, sehingga melindungi lingkungan dari emisi gas rumah kaca yang merugikan. Namun, ekosistem gambut dan mangrove terus terdegradasi. Kelompok Perempuan Peduli Gambut (KPPG) merupakan entitas yang berperan dalam menjaga ekosistem gambut sehingga sangat menarik untuk mendalami isu peran KPPG yang berkecimpung di bidang lingkungan dan pemberdayaan karena fenomena lingkungan dan pemberdayaan sudah menjadi isu klasik dalam masyarakat yang terus dibahas, terlebih lagi pemanasan global yang semakin nyata dampaknya. Penelitian ini berlokus di Kelurahan Harapan Tani, Indragiri Hilir, Provinsi Riau, yang memiliki lahan gambut yang luas, juga mencerminkan kepentingan menjaga keterkaitan antara ekosistem gambut dan mangrove. Informan dalam penelitian ini berjumlah tujuh orang yang dibagi ke dalam lima kategori: kelompok perempuan peduli gambut, kelompok pemuda, pemerintah setempat, pengusaha setempat, dan kelompok masyarakat lain yang relevan. Terdapat perbedaan latar belakang dari tiap informan seperti bidang tempat bekerja dan pekerjaan demi optimalisasi variasi data dan akumulasi perspektif yang luas. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, studi literatur, observasi, dan dokumentasi, lalu dinarasikan sesuai dengan prosedur ilmiah sehingga menghasilkan temuan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Demi mempertajam analisis, peneliti memakai teori pemberdayaan oleh Soetomo yang mengkaji empat dimensi berupa reorientasi, gerakan sosial, institusi lokal, dan pengembangan kapasitas sebagai satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat terpisahkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KPPG Harapan Tani memiliki pengetahuan lokal mengenai pewarna alami dan memiliki peran mobilisasi sumber daya termasuk mengumpulkan bahan mentah, dukungan finansial, dan dukungan dari pihak eksternal. KPPG berkontribusi pada ekonomi keluarga melalui pemanfaatan gambut dan mangrove. Sebagai agen perubahan, KPPG Harapan Tani memberikan pelatihan, pendidikan, dan bimbingan kepada anggota mereka dan masyarakat untuk meningkatkan keterampilan pewarna alami dan sebagai institusi lokal memiliki peran opinion leader dalam mereorientasi masyarakat terhadap gambut dan mangrove. KPPG Harapan Tani juga memimpin dan menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan mendukung pemanfaatan gambut dan mangrove. Bagian akhir penelitian ini ditutup dengan saran dan rekomendasi.
Empowerment, women, and the environment continue to be a topic of discussion, especially in the discourse on social development and welfare. This thesis focuses on the function of the KPPG, or Peatland Care Women's Group in environmentally friendly economic empowerment. Peatland and mangrove ecosystems store significant quantities of carbon, thereby preventing the release of deleterious glasshouse gases. These peatland and mangrove ecosystems, however, degrade significantly. Peatland Care Women's Group (KPPG) is an organisation dedicated to the preservation of peatland ecosystems. Consequently, it is imperative to investigate the issue of KPPG's role in both environmental and empowerment contexts, as environmental and empowerment phenomena have become enduring societal concerns, particularly in light of the increasingly apparent effects of global warming. This investigation is located in the village of Harapan Tani, Indragiri Hilir, Riau Province, which has extensive peatland areas, highlighting the significance of maintaining the link between peatland and mangrove ecosystems. The research included multiple informants from various backgrounds. In-depth interviews, literature review, observation, and documentation are used to collect data, which is then narrated according to scientific procedures to produce findings. The research employed a qualitative case study methodology. To improve the analysis, the researcher utilised Soetomo's theory of empowerment, which investigates four interrelated dimensions: reorientation, social movements, local institutions, and capacity development. The findings of this study indicate that KPPG Harapan Tani has local knowledge of natural dyes and has a resource mobilization role including collecting raw materials, financial support, and support from external parties. KPPG contributes to the family economy through the utilization of peat and mangroves. As agents of change, KPPG Harapan Tani provides training, education, and guidance to their members and the community to improve natural dye skills and as a local institution has an opinion leader role in reorienting the community towards peat and mangroves. KPPG Harapan Tani also leads and mobilizes the community to participate in the movement to support peat and mangrove utilization. The final part of this research is closed with suggestions and recommendations.
Kata Kunci : Kelompok Perempuan Peduli Gambut, pemberdayaan, perempuan, Soetomo, lingkungan