ANALISIS KETERSEDIAAN LAHAN POTENSIAL UNTUK CALON LOKASI IBU KOTA PEMEKARAN KABUPATEN BOGOR TIMUR
Nur Rahmatul Azizah, Dr. Erlis Saputra, S.Si., M.Si.
2023 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH
Rencana pemekaran Kabupaten Bogor yang dilatarbelakangi oleh ketimpangan pembangunan memerlukan perencanaan yang sesuai dengan karakteristik wilayahnya. Kecamatan Jonggol direncanakan sebagai lokasi calon Ibu Kota Kabupaten Bogor Timur memiliki potensi dan masalahnya yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan pusat pemerintahan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis posisi Kecamatan Jonggol dalam konteks regional, (2) menganalisis kebutuhan lahan untuk pembangunan ibu kota kabupaten, (3) menganalisis daya dukung lahan Kecamatan Jonggol, dan (4) menganalisis ketersediaan lahan potensial di Kecamatan Jonggol untuk pembangunan ibu kota kabupaten. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kualitatif dengan menggunakan data sekunder. Analisis posisi Kecamatan Jonggol dalam konteks regional ditinjau melalui analisis terhadap struktur ruang, pola ruang, serta interaksi wilayah dengan menggunakan analisis gravitasi. Sedangkan, daya dukung lahan dianalisis menggunakan satuan kemampuan lahan. Adapun, dalam penentuan lokasi pusat pemerintahan dilakukan analisis secara bertahap untuk menyeleksi daerah yang potensial dengan mengkombinasikan analisis overlay terhadap tata ruang dan ketersediaan lahan, analisis hierarki permukiman, serta analisis jaringan untuk mengetahui area jangkauan setiap calon lokasi ibu kota kabupaten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Jonggol berpotensi untuk dikembangkan sebagai ibu kota karena memiliki peran penting dalam struktur ruang, pola ruang, maupun interaksi wilayahnya. Analisis daya dukung menunjukkan bahwa wilayah Kecamatan Jonggol didominasi oleh tingkat pengembangan lahan agak tinggi (59,67 %) yang dapat ditemukan pada setiap desa. Adapun, dari segi ketersediaan lahan, aksesibilitas, dan ketersediaan sarana dan prasarana menunjukkan bahwa terdapat dua desa yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai lokasi ibu kota kabupaten yakni Desa Bendungan dan Desa Singasari.
The plan to expand Bogor Regency, driven by development disparities, demands region-specific planning. Jonggol Sub-district is under consideration as the future East Bogor Regency capital, necessitating a comprehensive study. This research has four main objectives: (1) analyze Jonggol's regional position, (2) assess land requirements for the district capital, (3) evaluate land carrying capacity, and (4) identify potential land for the district capital. Qualitative and quantitative methods are employed, utilizing secondary data. Jonggol's regional significance is assessed through spatial structure, patterns, and interactions via gravitational analysis. Land carrying capacity is determined using land capability units. For selecting the capital's location, a comprehensive approach combines spatial planning analysis, land availability, settlement hierarchy evaluation, and network analysis. The research findings indicate that Jonggol Sub-district exhibits the potential to serve as the district capital due to its pivotal role in spatial structure and regional interactions. Land analysis reveals a predominance of moderately to highly developed land (59.67%) throughout the sub-district. Notably, two villages—Bendungan and Singasari—emerge as potential capital sites, supported by factors such as land availability, accessibility, and existing infrastructure. In summary, Jonggol Sub-district stands as a strong candidate for the East Bogor Regency capital, bolstered by its regional significance and land capacity.
Kata Kunci : ibu kota kabupaten, pemekaran, ketersediaan lahan, Kabupaten Bogor