Laporkan Masalah

Arahan desain ulang fisik ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Anutapura melalui evaluasi pasca huni

MULYADI, Herry, Dr.dr. H. Boy S. Sabarguna, MARS

2003 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latarbe1akang:Penampilan fisik adalah salah satu problem layanan rumahsakit. Kepuasan pelanggan menentukan level kompetisi ditengah keterbukaan informasi. Sehingga pasien, dalam kasus ini pelanggan rumahsakit, dapat menilai bagusnya kualitas layanan. Bangsal adalah salah satu variabel rumah skit yang menyentuh secara langsung pada pasien, atau memrupakan tempat untuk bertemunya antara pelanggan dan layanan yang diberikan. Tujuan: Untuk mengetahui dan membandingkan antara standar fisik bangsal pasien rawat inap pada rumah sakit dan hasil pengukuran, dan untuk mengetahui pedapat pasien mengenai penampilan secara fisik. Metode: Studi kasus. Karena penelitian adalah studi kasus, maka dilakukan observasi mendalam, dan kemudian dianalisa. Pengambilan sampel dijalankan dengan purposive sampling. H a s i l : Kondisi bangunan rumahsakit Anatapura Palu adalah buruk, karena dibangun diatas lahan yang dahulunya berawarawa, dan pasien merasa tidak nyaman. Pintu masuk tidak jelas, membingungkan dimana bagian depan dan dimana bagian belakang, tidak ada tempat parkir kendaraan untuk pelanggan. Temperatur, pencahayaan melebihi stadard dan ventilasi tidak memadai. Faktor eskternal yang mempengaruhi adalah terlalu dekatnya dengan pasar sehingga mengakibatkan kebisingan di rumah sakit. Kesimpulan: Riset ini menemukan kondisi bangunan rumah sakit tidak memenuhi standar yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan dan tidak memenuhi harapan responden. Arahannya, terdapat kebutuhan akan kebijakan untuk memaksimalkan penggunaan bangsal pasien rawat inap rumah sakit.

Background: Physical performance is the one of hospital services problem. The customer satisfaction judge to the competition level amid of the openness of information. So the patient, in this case of the customer of hospital, can to appreciate the goodness of service quality. The ward is the one of hospital's variable that touch directly to patient, or form the place to meet between customer and service given. Objective: To know and to compare between inpatient ward physically standard in hospital and the outcome of measurement, and to knowing of patient opinion about physically performance. Method: Case study. Because the research is the case study, thus be performed deep observation, and then be analized. Sampling was performed by purposive sampling. Result: The building condition of Anutapura Palu Hospital is worth, because was build on swampy land and patient feel uncomfort. The gate of entreace is not clear, to confuse between where face front is and where the back is, no vehicle parking place to customer. Temperature, illumination exceed to standard and ventilation did not sufficient. The external factor that influence is too close with the market so lead to noisy in the hospital Conclusion: This research was found the condition of hospital building not meet the standard that was established by The Health Department and not meet the responden expectation. The guidance, there is need of policy to maximize ward utilization.

Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Ruang Rawat Inap,Desain, Design guidance, inpatient ward, post occupatian


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.