Laporkan Masalah

Pertumbuhan linier anak Sekolah Dasar yang stunted dan tidak stunted serta faktor-faktor yang mempengaruhi di Kota Yogyakarta

HANDAYANI, Marni, dr. Dradjat Boediman, Sp.A(K), MSc.,D.Med.Sc

2003 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Prevalensi gangguan pertumbuhan tinggi badar, (stunted) pada anak usia sekolah masih cukup tinggi di Indonesia. Hasil pemantauan tinggi badan anak baru masuk sekolah (T3ABS) tahun 1994 prevalensinya sebesar 40% dan tahun 1998 sebesar 36%. Stunting berisiko kematian yang besar pada wanita saat melahirkan, hambatan sebagzi tenaga kerja dan juga mengurangi perkembargan intelektual.. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan linier anak sekolah dasar yang stunted dan tidak stunted dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metodologi: Jenis psnelitian adalah observasional dengan study yang dilaksanakan di kota rancangan longitudinal Yogyakarta. Sampel diperoleh dengan menggunakan multistage random sampling terdiri dari 77 anak SD yang stunted dan 77 anak SD yang tidak stunted sebagai pembanding. Data yang dikumpulkan meliputi tinggi badan anak, tinggi badan ibu, asupan kalori dan protein, kesakitan (diare dan ISPA) serta keadaan sosial ekonomi keluarga. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan linier anak diana isis dengan menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil Penelitian: Anak yang stunted kemungkinan mengalami pertumbuhan linier selanjutnya kurang baik 3,8 (95% CI 1 , 6 2 8 , 8 3 1 kali lebih besar dari anak yang tidak stunted. Anak dengan asupan protein yang kurang kemungkin in mengalami pertuhuhan linier’ kurang baik 3,3 (95% CI 1 , 3 5 - 8 , 0 3 ) kali lebih besar dari anak yang asupan proteinnya cukup. Faktor lain secara statistik tidak memberikan pengaruh yang bermakna terhadap pertumbuhan linier anak. Kesimpulan : Status gizi awal dan asupan protein anak memberikan pengaruh yang bermakna terhadap pertumbuhan linier anak selanjutnya.

Background: Prevalence of stunting in elementary school children is still high in Indonesia. The observation of newly enrolled students showed the prevalence in 1994 ind 1998 were 40% and 36% respectively. Stunting has greater ,isk of dying for women while giving birth, experience obstructed labour and also links to impaired intellectual development in malnourished children. Objectives: The aims of the study were to find oit the linear growth of stunted and non-stunted elementary school children and its related factors. Methods: This was an observational study with longitudinal study design conducted in Yogyakarta city. Sample was obtained using a multistage random sampling, ccnsisted o i 77 stunted elementary school children and 7 7 non-stunted elementary school children 8 s the comparison group. The data included the child's height, mother's height, calorie and protein intake, morbidity (diarrhea and acute respiratory infection) and family's social economic status. Factors afiecting linear growth were analyzed using multi logistic regression test. Results: The stunted children had possibility to get not good continually the, linear growth 3.8 (95% CI 1 . 6 2 - 8.83) timss than of non stunted children. Children with less protein intake had possibility to get not good continually the linear growth 3.3 (95% CI 1.35 - 8,03) times than of children with sdfficient protein intake. The other factors, statistically, w3ren't giving a significant affect on linear growth of children. Conclusion: Early nutritional status and protein affected continually the linear growth of children.

Kata Kunci : Gizi Anak,Pertumbuhan Linear Anak SD


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.