Laporkan Masalah

Perubahan penggunaan lahan pertanian di wilayah resapan air dan pengaruhnya terhadap kondisi fisik dan sosial :: Studi kasus Desa Umbulmartani dan Desa Sukoharjo Kabupaten Sleman

SANDIYANI, Irma, Drs. A. Budi Purnomo B., MA

2003 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sebab-sebab individu melakukan pembahan penggunaan lahan pertanian menjadi non pertanian dan pengaruhnya krhadap resapan air serta mengukur dana kompensasi yang dibutuhkan oleh masyardcat agar mau partisipasi dalam mengelola b a n re sapan air, di Desa Umbulmartani Kecamatan Ngemplak dan desa Sukoharjo Kecamatan Ngaglik Data-data untuk mengetahui faktor penyebab individu melakukan perubahan penggunaan lahan, diperoleh dari hasil wwancara dew 100 orang responden, yang terdiri dari 30 responden pemilik lahan pertanian yang tidak menjual lahan pertaniannya, 35 responden yang memiliki lahan pertanian dan menjualnya,35 responden yang langsung melakukan penrbahan penggunaan lahan. Data fisik diperoleh dari hasil pengukuran infiltrasi di lapangan dan sampel tanah di laboratorium. Data tentang besamya dana kompensasi yang dibutuhkan masyarakat sebagai ganti rugi agar tidak menjual lahan pertaniannya atau tidak menutup seluruh lahan dengan bangunan, diperoleh dari hasil wawancmi dew responden. Alat analisis yang digunakan adalah tabel fiekwensi, uji statist& regresi berganda, persamaan infiltrasi Horton dan analisis willingness to acept. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perubahan penggunaan lahan banyak terjadi di daerah perkotaan. Perubahan penggunaau lahan banyak dilakukan oleh mereka yang berusia muda, judah anggota keluarga banyak, berpendidikan tinggi, bukan sebagai petani dan mempunyai tingkat penghasilan yang tinggi serta lebih banyak dilakukan oleh pendatang. Perubahan penggunaan lahan mengurangi laju infiltrasi, &bat penutupan lahan yang dilakukan oleh masymkat, sehingga pasokan air tanah berkurang. Agar masyrakat mentaati peraturan mengenai penutupan lahan, maka perlu diberlakukan sistem insentif minimal sebesar Rp 81.000,OO per tahun per m2 bagi pemilik lahan p&an yang tidak menjual lahannya dan denda sebesar Rp 82.000,OO per tahun per lm2 bagi pemilik lahan non pertanian yang melanggar ketentuan penutupan lahan. Berdasarkan hasil penelitian, maka diperlukan upaya pengendalian perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi non pertanian. Upaya pengendalian terutama diprioritaskan pada daerah-daerah yang berkembang.

The present research was aimed the fktors that caused the owners of agriculture land did land use change and the effect in recharge area and to measure of compensation h d s that needed the owners to willing participations on recharge area conservation in Umbulmar&ni village, Ngemplak sub-district and Sukoharjo village, Ngaglik sub district, Sleman regency. Data of factors caused the owners of agriculture land did land use change was obtained by interview with 100 questioners, that 30 questioners were for the owners who did not sell the land, 35 questioners were for the owners who sold the land and 35 others for the owners who did land use change directly. Physical data were obtained fiom infiltration measured in field and land sample in laboratory. Data of compensation funds were obtained by interview with the owners who sold their land and the owners who did land use change directly. Instrument of data analysis used is frequency table, multiple regression, the Horton infiltration equation and wilhgness to accept approach. Based in this research was known that the changes were on urban area and did by youngers, big family, educated, not as a farmer, the rich and come fi-om the other village. Land use changes can reduce the infiltration consequence of land covering, so there is no infiltration can make. The changes have to follow up with the regulation, like the owners have to pay about Rp 82.000,OO /m2 / year if they use all their land for building and receive about Rp 81.000,OO /m2/year if they do not sell all their agriculture land. According to the research, land use change will be influence the function as recharge area, so needed land use changb controlled The priority controlled are in the urban area

Kata Kunci : perubahan penggunaan lahan, infiltrasi, dana kompensasi, land use changes, infiltration, compensation finds


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.