Pemberdayaan Lansia melalui Urban Farming oleh Solidaritas Perempuan Kinasih di Ledhok Timoho, Muja Muju, Umbulharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta
Elvira Damayanti, Rezaldi Alief Pramadha, S.E., M.S.S
2023 | Skripsi | ILMU SOSIATRI
Fenomena ageing population atau struktur penduduk tua di Indonesia menjadi tanda bahwa perlu adanya peningkatan upaya mewujudkan kesejahteraan lansia. Secara natural lansia akan mengalami penurunan kemampuan dalam dirinya sehingga kerap memunculkan stigma dan diskriminasi yang menganggap bahwa lansia tidak mampu melakukan upaya untuk membantu dirinya sendiri. Alhasil, lansia kerap ditempatkan sebagai objek yang membuat mereka tidak memiliki otoritas untuk mengubah kondisi hidupnya menjadi lebih baik. Program urban farming oleh Solidaritas Perempuan Kinasih ini merupakan salah satu pemberdayaan yang melibatkan lansia secara aktif sebagai subjek dari pemberdayaan itu sendiri. Dalam prosesnya terdapat beberapa strategi khusus yang berbeda dengan pemberdayaan pada umunya. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam mengenai proses dan dampak dari pemberdayaan yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan konsep tujuh tahap pemberdayaan dari Isbandi Rukminto Adi dan Teori Aktivitas untuk melihat secara detail proses dan dampak dari pemberdayaan lansia melalui urban farming oleh SP Kinasih di Kampung Ledhok Timoho. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif dengan unit analisis adalah Kelompok Lansia Ledhok Timoho. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan secara purposive kepada 9 informan. Hasil penelitian menunjukan bahwa program ini telah mampu merespon masalah lingkungan yang terjadi. Pemberdayaan ini melibatkan lansia sebagai subjek pemberdayaan, mulai dari tahap persiapan, tahap pengkajian, tahap perencanaan alternatif program, tahap pemformulasian rencana aksi, tahap pelaksanaan program, dan tahap evaluasi. Namun, tahap terminasi belum dilakukan karena masih diperlukan penguatan komitmen dari para anggota kelompok agar program tetap berjalan. Dengan melibatkan lansia, maka terdapat beberapa penyesuaian yang dilakukan, seperti lansia diperbolehkan untuk tidak mengikuti kegiatan jika membutuhkan istirahat karena fisiknya yang mudah lelah. Selain itu, pertemuan dilaksanakan di tempat yang mudah diakses oleh lansia dengan menghindari bangunan yang bertangga tinggi dan jarak yang relatif dekat dengan tempat tinggal lansia. Melalui program ini, lansia juga merasakan dampak utama dari peningkatan kesehatan fisik, psikis, sosial, serta beberapa manfaat dari segi ekonomi. Keterlibatan aktif lansia pada masa tuanya diketahui mampu membentuk konsep diri yang positif dan membuat mereka merasa lebih bahagia. Berbagai dampak tersebut sejalan dengan teori aktivitas yang menyebutkan bahwa lansia yang berupaya untuk mengganti perannya yang hilang dengan melakukan aktivitas yang mereka minati, mampu memenuhi kekosongan yang dialami oleh lansia itu sendiri.
The phenomenon of an aging population or old population structure in Indonesia is a sign that there is a need to increase efforts to realize the welfare of the elderly. Naturally, the elderly will experience a decrease in their abilities, which often leads to stigma and discrimination that considers that the elderly are unable to make efforts to help themselves. As a result, the elderly are often placed as objects that make them lack the authority to change their living conditions for the better. The urban farming program by Solidaritas Perempuan Kinasih is one of the empowerments that actively involves the elderly as the subject of the empowerment itself. In the process, there are several specific strategies that are different from empowerment in general. Therefore, this research aims to find out more about the process and impact of the empowerment carried out.This research uses the concept of seven stages of empowerment from Isbandi Rukminto Adi and Activity Theory to see in detail the process and impact of empowering the elderly through urban farming by SP Kinasih in Ledhok Timoho Village. The method used in this research is qualitative-descriptive with the unit of analysis being the Ledhok Timoho Elderly Group. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, literature study, and documentation. Determination of informants was done purposively to 9 informants. The results showed that this program has been able to respond to environmental problems that occur. This empowerment involves the elderly as the subject of empowerment, starting from the preparation stage, assessment stage, alternative program planning stage, action plan formulation stage, program implementation stage, and evaluation stage. However, the termination stage has not been carried out because it is still necessary to strengthen the commitment of the group members so that the program continues. By involving the elderly, there were some adjustments made, such as the elderly were allowed not to participate in activities if they needed rest because they were physically tired easily. In addition, meetings are held in places that are easily accessible to the elderly by avoiding buildings with high stairs and relatively close to where the elderly live. Through this program, the elderly also feel the main impact of improving their physical, psychological and social health, as well as some economic benefits. The active involvement of the elderly in their old age is known to be able to form a positive self-concept and make them feel happier. These impacts are in line with activity theory, which states that elderly people who try to replace their lost roles by doing activities that they are interested in, are able to fulfill the emptiness experienced by the elderly themselves.
Kata Kunci : Pemberdayaan Lansia, Solidaritas Perempuan Kinasih, Urban Farming