Segmentation of Glioblastoma Brain Tumor Sub-regions Using W-Net Architecture on Digital MRI Images
MUHAMMAD AWFA FARHAN, Wahyono, S.Kom., Ph.D.
2023 | Skripsi | ILMU KOMPUTER
Kanker otak, yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkendali, merupakan ancaman kesehatan yang signifikan. Meskipun telah banyak penelitian yang membahas segmentasi tumor otak, kemajuan komputer tetap menjadi tantangan. Permasalahannya terletak pada ketangguhan fitur kuantitatif terhadap variasi citra di berbagai lembaga, terutama dalam MRI, yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Sebagian besar penelitian fokus pada pengembangan arsitektur, sementara kualitas citra masukan juga merupakan faktor krusial dalam pelatihan model. Secara teori, metode preprocessing pada suatu pipa pembelajaran mendalam dapat meningkatkan kinerja model dibandingkan dengan jaringan itu sendiri, tetapi belum ada konsensus mengenai teknik preprocessing mana yang diunggulkan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan menilai dampak metode preprocessing citra dengan dataset MRI multi-institusional pada segmentasi Sub-region tumor Glioblastoma dengan arsitektur W-Net.
Metode yang diusulkan melibatkan serangkaian langkah dalam proses pemodelan dan analisis pembelajaran mendalam. Sebagai langkah awal, data citra MRI berukuran 240×240×155 dimasukkan. Selanjutnya, teknik preprocessing diimplementasikan, termasuk Contrast Limited Adaptive Histogram Equalization (CLAHE), Skull-stripping, Zero-padding, dan Standardization untuk mengatasi variasi dari lembaga yang berbeda. Citra MRI yang telah di-preprocess kemudian dicrop menjadi ukuran 128x128x128 dan digabungkan menjadi tiga channel (T1Gd, T2, dan T2-Flair). Penelitian ini secara kuantitatif mengevaluasi dampak setiap teknik preprocessing, diikuti oleh pembuatan dan evaluasi model yang berbeda. Model yang dipilih menjalani pelatihan menggunakan arsitektur W-Net dengan dataset penuh, menggunakan 5-fold cross-validation untuk penilaian kinerja umum. Kinerja model dievaluasi menggunakan metrik seperti Dice Similarity Score dan Akurasi.
Temuan ini menyoroti peran krusial teknik preprocessing dan pentingnya fine-tuning hyperparameter untuk kinerja optimal model segmentasi. Dampak positif kumulatif dari keempat teknik preprocessing terlihat dalam kinerja unggul model W-Net, mencapai skor Dice rata-rata yang mengesankan sebesar 82,98 dengan 5-Fold CV. Perlu dicatat bahwa hasil ini diperoleh dengan data latih 70% lebih kecil dibandingkan penelitian sebelumnya, menegaskan efisiensi pendekatan yang diusulkan dengan sumber daya terbatas.
Kata Kunci : Brain Cancer, Brain Tumor, Deep Learning, Preprocessing, Glioblastoma, MRI, Segmentation, W-net