Pengukuran Porositas Basement Fracture Batuan Sekis Mika Menggunakan Digital Outcrop Modelling (DOM) di Desa Jurangjero, Kecamatan Sadangkulon, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah
Yugi Cahya Fardana, Dr.Eng. Ir. Agung Setianto, S.T., M.Si., IPM. ; Ir. Salahuddin Husein, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM.
2023 | Skripsi | TEKNIK GEOLOGI
Pengukuran
rekahan untuk perhitungan porositas sekunder seringkali mengalami kendala
seperti akses menuju lokasi yang sulit, jangkauan area yang kurang luas, dan
waktu yang lama untuk melakukan pengukuran data di lapangan, oleh karena itu,
dibutuhkan metode alternatif yang lebih efisien untuk mendapatkan data yang
optimal, salah satu metode tersebut adalah pembuatan Digital Outcrop
Modelling (DOM) dengan metode Structure from Motion (SfM) menggunakan
teknik fotogrametri digital. Metode SfM dipilih karena pengambilan data
dapat dilakukan secara jarak jauh dengan menggunakan Light Detection and
Ranging (LiDAR) atau fotogrametri digital untuk memperoleh data point
cloud yang digunakan untuk melakukan pemodelan tiga dimensi singkapan. Pengambilan
data dilakukan pada 3 scanwindow dengan luas tiap scanwindow sebesar
1m2 menggunakan 3 wahana berbeda yaitu kamera DSLR Canon 700D, kamera
Iphone 6s, dan LiDAR Iphone 12 Pro Max. Pengambilan data lapangan
mendapatkan hasil sebanyak 27 rekahan pada scanwindow 1, 56 rekahan pada
scanwindow 2, dan 34 rekahan pada scanwindow 3. Ekstraksi
otomatis rekahan data DOM kamera DSLR Canon 700D menghasilkan 198 bidang
rekahan pada scanwindow 1, 120 bidang rekahan pada scanwindow 2,
dan 260 bidang rekahan pada scanwindow 3, dari data DOM kamera Iphone
6s menghasilkan 115 bidang rekahan pada scanwindow 1, 253 bidang
rekahan pada scanwindow 2, dan 170 bidang rekahan pada scanwindow 3,
dari data DOM LiDAR Iphone 12 Pro Max menghasilkan 108 bidang rekahan
pada scanwindow 1, 44 bidang rekahan pada scanwindow 2, dan 84
bidang rekahan pada scanwindow 3. Nilai porositas data DOM berada pada
rentang nilai 0,28% hingga mendekati nilai 3,7% sedangkan nilai porositas
lapangan berada pada rentang nilai 0,588% hingga 1,157%. Dari semua analisis
data yang dilakukan, dapat dinyatakam bahwa CloudCompare memiliki
tingkat akurasi yang tinggi dalam menentukan bidang rekahan melalui arah strike
dan panjang rekahan, maka dari itu diperlukan supervisi untuk meng-kontrol data
DOM sebelum digunakan untuk perhitungan porositas rekahan.
Fracture
measurements for secondary porosity calculations often experience obstacles
such as difficult access to locations, less extensive area coverage, and long
time to measure data in the field, therefore, more efficient alternative
methods are needed to obtain optimal data, one of these methods is the creation
of Digital Outcrop Modeling (DOM) with the Structure from Motion (SfM) method
using digital photogrammetry techniques. The SfM method was chosen because data
collection can be done remotely using Light Detection and Ranging (LiDAR) or
digital photogrammetry to obtain point cloud data used for three-dimensional
modeling of outcrops. Data collection was carried out in 3 scanwindows with an
area of 1m2 for each scanwindow using 3 different devices, namely
Canon 700D DSLR camera, Iphone 6s camera, and Iphone 12 Pro Max LiDAR. Field
data collection obtained 27 fractures in scanwindow 1, 56 fractures in
scanwindow 2, and 34 fractures in scanwindow 3. Automatic fracture extraction
of Canon 700D DSLR camera DOM data produced 198 fracture planes in scanwindow
1, 120 fracture planes in scanwindow 2, and 260 fracture planes in scanwindow
3, from Iphone 6s camera DOM data produced 115 fracture planes in scanwindow 1,
253 fracture planes in scanwindow 2, and 170 fracture planes in scanwindow 3,
from LiDAR DOM data of Iphone 12 Pro Max resulted in 108 fracture planes in
scanwindow 1, 44 fracture planes in scanwindow 2, and 84 fracture planes in
scanwindow 3. The porosity value of DOM data is in the range of 0.28% to close
to 3,7% while the field porosity value is in the range of 0,588% to 1,157%.
From all the data analysis carried out, it can be stated that CloudCompare has
a high level of accuracy in determining the fracture plane through the strike
direction and fracture length, therefore supervision is needed to control the
DOM data before it is used for fracture porosity calculations.
Kata Kunci : Digital Outcrop Modelling, Structure from Motion, Fracture Porosity