Laporkan Masalah

Cyberchondria pada Mahasiswa Kesehatan dan Non-Kesehatan Tahun Kedua Universitas Gadjah Mada

RAHAJENG RARASWANGI, dr. Silas Henry Ismanto, Sp.KJ(K); dr. Irwan Supriyanto, Ph.D., Sp.KJ

2023 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Hipokondriasis merupakan salah satu gangguan kecemasan dimana seseorang meyakini dirinya memiliki penyakit serius yang mengancam hidupnya. Penderita hipokondriasis yang mencari sumber penyakitnya di internet disebut "cyberchondria". Apabila keadaan ini terus berlangsung, dikhawatirkan kecemasan terus meningkat yang berakibat pada terapi mandiri tanpa pengawasan tenaga kesehatan berwenang. Penelitian sebelumnya mencatat bahwa mahasiswa kesehatan tahun kedua memiliki kecenderungan tinggi mengalami cyberchondria. Penelitian tersebut juga menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antar jenis kelamin. Berbeda dengan penelitian tersebut, penelitian ini ingin mengetahui proporsi cyberchondria pada mahasiswa kesehatan maupun non-kesehatan pada tahun kedua.

Tujuan: Dengan hasil penelitian ini, diharapkan adanya gambaran epidemiologi cyberchondria yang bermanfaat dalam pengendalian masalah kesehatan.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang. Data penelitian diambil dari data primer menggunakan kuesioner Cyberchondria Severity Scale (CSS) dengan cut-off 75,5. Sampel diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Data yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 64 orang dianalisis dengan uji chi-square.

Hasil: Hasil analisis menggunakan chi-square antara program studi terhadap cyberchondria didapatkan p=0,011.

Kesimpulan: Terdapat perbedaan proporsi yang signifikan secara statistik antara program studi dengan cyberchondria.

Background: Hypochondriasis is one of the anxiety disorders in which a person believes they have a serious illness that threatens their life. Hypochondriasis sufferers who seek information about their illnesses online are referred to as "cyberchondria". If this condition persists, there is a concern that anxiety levels will continue to rise, leading to self-therapy without supervision from authorized healthcare professionals. Previous studies have noted that second-year health students tend to have a high tendency for cyberchondria. These studies also show no significant differences between genders. In contrast to those studies, this research aim to determine the proportion of cyberchondria among both health and non-health second-year students.

Objective: Through this research, it is hoped to provide an epidemiological overview of cyberchondria that will be useful in controlling health-related issues.

Method: This study utilized a cross-sectional design. The research data was collected from primary sources using the Cyberchondria Severity Scale (CSS) questionnaire with a cut-off point of 75,5. The sample was obtained using consecutive sampling technique. Data from 64 individuals who met the inclusion and exclusion criteria were analyzed using chi-square test/

Result: The chi-square analysis between the study programs and cyberchondria yielded a p-value of 0,011.

Conclusion: There is a statistically significant difference in the proportions of cyberchondria among different study programs.

Kata Kunci : cyberchondria, CSS, kecemasan, kedokteran, ilmu komunikasi

  1. S1-2023-461773-abstract.pdf  
  2. S1-2023-461773-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-461773-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-461773-title.pdf  
  5. S1-2024-461773-abstract.pdf  
  6. S1-2024-461773-bibliography.pdf  
  7. S1-2024-461773-title.pdf