Analisis Strategi Pendanaan Usaha Pada PT Telkom Pada Periode 1998-2002
SETIAWAN, Endang, Dr. L. Suparwoto, M.Sc
2003 | Tesis | S2 AkuntansiDalam penelitian tentang analisa strategi Pendanaan Usaha pada PT Telekomunikasi Indonesia pada tahun 1998 – 2002, rumusan masalah yang ditetapkan untuk diteliti adalah (1) Bagaimana implementasi kebijakan pendanaan PT Telkom, (2) Bagaimana kinerja rentabilitas ekonomi perusahaan dilihat dari penggunaan struktur hutang dan modal sendiri, (3) Bagaimana struktur modal yang optimal bagi perusahaan dalam kurun 5 tahun terakhir jika EPS digunakan sebagai parameternya serta (4) Bagaimana kinerja PT Telkom di pasar modal jika dilihat dari parameter harga saham dan PER. Penelitian ini merupakan jenis studi kasus dengan menggunakan metode studi pustaka dan penelitian lapangan. Adapun analisa data dilakukan dengan menghitung rasio modal terhadap hutang, menghitung rentabilitas ekonomi, rentabilitas modal sendiri dan rentabilitas modal asing, menghitung Earning per Share (EPS), menghitung Price Earning Ratio (PER), menghitung Price to Book Value ratio dan Dividen Payout Ratio. Adapun hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Dalam kurun tahun 1998 – 2002, manajemen PT Telkom relatif telah mengimplementasikan kebijakan pendanaan di PT Telkom sesuai dengan ketetapan yang diatur di Corporate Strategic Scenario(CSS). Dalam implementasi, manajemen menggunakan struktur modal yang memiliki komposisi hutang dengan modal sendiri sekitar 50% hingga 60% untuk rasio hutang dan 40% hingga 50% untuk rasio modal sendiri. Penurunan rasio hutang terhadap modal sendiri tersebut menunjukkan upaya dari manajemen untuk mengelola struktur modal perusahaan guna mendapatkan komposisi biaya permodalan (cost of capital) yang optimal antara mobilisasi dana internal dan pemanfaatan sumber-sumber dana eksternal. 2. Kinerja rentabilitas ekonomi PT Telkom selama kurun tahun 1998 – 2002 menunjukkan keberhasilan manajemen dalam meningkatkan efisiensi penggunaan modal perusahaan baik yang berasal dari modal sendiri maupun modal asing di tahun 2001 dan 2002. Sedangkan di tahun 2000, efisiensi penggunaan modal mengalami penurunan yang cukup signifikan. 3. Dalam perspektif EPS, struktur modal yang optimal dapat dilihat dari pengaruh yang ditimbulkan oleh rasio hutang dan ekuitas terhadap peningkatan nilai EPS yang tertinggi. Selama kurun tahun 1998 – 2002, kenaikan nilai EPS yang tertinggi tercapai pada tahun 2002 pada saat rasio hutang dan modal sendiri sebesar 54,3% : 45,7% dengan tingkat biaya hutang sebesar 11,22% per tahun dan biaya ekuitas sebesar 17,77 % per tahun. Sementara nilai biaya modal rata-rata tertimbang diketahui sebesar 13,92%. 4. Adapun kinerja perusahaan di pasar modal selama kurun 5 tahun terakhir menunjukkan rata-rata harga saham yang fluktuatif. Kenaikan rata-rata harga saham terjadi pada tahun 1999 dan 2002 . Sedangkan di tahun 2000 dan 2001, rata-rata harga saham mengalami penurunan. Dalam perspektif PER, nilai kinerja PT Telkom cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Hal tersebut disebabkan karena adanya trend kenaikan yang cukup signifikan dari nilai rasio EPS setiap tahun sedangkan harga saham menunjukkan nilai yang relatif konstan. Sehingga nilai PER yang merupakan fungsi dari harga saham dan EPS menjadi turun. Sedangkan jika dilihat drai perspektif Price to Book Value Ratio, kinerja pasar PT Telkom cenderung menunjukkan adanya fluktuatif. Hal ini menunjukkan bahwa harga saham perusahaan berhasil diperdagangkan di atas nilai buku yang berarti menunjukkan kinerja baik. Namun demikian saham perusahaan juga sempat mengalami penurunan karena diperdagangkan di bawah nilai buku yang mengindikasikan terjadi penurunan kinerja. Adapun realisasi kebijakan Dividen Payout Ratio perusahaan menunjukkan perkembangan di masing-masing tahun sebesar 43,24% di tahun 1999, turun menjadi 29,52% di tahun 2000 dan 50% di tahun 2001. Hal tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pertumbuhan dividen payout ratio yang stabil belum dapat direalisasikan secara optimal.
In the research about Analysis of Funding Strategy on PT Telekomunikasi Indonesia on 1998 – 2002, the problem stated to research are (1) How implementation funding policy of PT Telkom, (2) How the company economic rentability performance on using debt and equity structure, (3) How optimal capital structure for the company for last 5 years if EPS used as a parameter and (4) How performance of PT Telkom in capital market seen on parameter stock price and PER. The research is case study using literature study and field study. The data analysis done by calculate ratio of debt to equity, calculate economic rentability, equity rentability and debt rentability, calculate Earning per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), Price to Book Value ratio and Dividen Payout Ratio. The research results concluded, such as: 1. On 1998 – 2002, PT Telkom management have implemented funding policy in PT Telkom according to the rule aranged on Corporate Strategic Scenario(CSS). On the implementation, management used capital structure with debt composition about 50% to 60% and about 40% to 50% for equity composition. Decreasing debt ratio shows the management effort to manage the company’s capital structure to gain optimal cost of capital between fund mobilization internally and using fund sources externally. 2. The performance of PT Telkom economic rentability during 1998 – 2002 showed the success of management for increasing eficiency of using company’s capital from equity and debt on 2001 and 2002. While, on 2000, efficiency of capital using have decreased significantly. 3. On EPS perspective, optimal capital structure seen from effect of debt and equity ratio to the biggest EPS increasing. During 1998 – 2002, the biggest EPS increasing reached on 2002, which the ratio of debt and equity about 54,3% : 45,7% with cost of debt 11,22% per year and cost of equity about 17,77% per year. Weighted Average Cost of Capital about 13,92%. 4. The performance of company on capital market for last 5 years showed that average stock price is fluctuated. Increasing average stock pice on 1999 and 2002. While on 2000and 2001, average stock price decreased. On PER perspective, performance of PT Telkom tended to decrease on every years. That caused increasing on EPS ratio on every years significantly, while stock price was constant. So, value of PER decreased. On Price to Book Value Ratio perspective, market performance of PT Telkom tended to show fluctuation. The condition showed that company stock traded on price over the par value. But the company stock ever traded lower than par value. The realization Dividen Payout Ratio policy showed development on every years about 43,24% on 1999, decreased as 29,52% on 2000 and 50% on 2001. The conditions indicated that the policy of stabil dividen payout ratio growth do not realized yet optimally.
Kata Kunci : Modal Usaha,Strategi, capital structure, economic rentability, EPS, PER, Dividen Payout Ratio