Evaluasi Manajemen Kinerja terpadu Dengan Pendekatan Balanced Scorecard :: Studi Kasus Pada PT. Telekomunikasi Indonesia
ISMAIL, Ardi, Drs. mulayadi, M.Sc
2003 | Tesis | S2 AkuntansiPerkembangan dunia usaha yang diakibatkan arus globalisasi dunia semakin meningkatkan persaingan, terutama bagi perusahaan yang bergerak di bidang jasa.. Keadaan ini memaksa perusahaan berbenah diri untuk memperkuat posisinya dalam persaingan memberikan pelayanan terbaik kepada kastamer. Kemampuan perusahaan untuk dapat terus bertahan dan memenangkan persaingan sangat ditentukan oleh kemampuannya mengelola kinerja. Banyak perusahaan yang gagal memenangkan persaingan, karena kesalahan dalam mengelola kinerja perusahaan. Dalam upaya memenangkan persaingan, Telkom berupaya membenahi kinerjanya dengan melakukan pembenahan manajemen kinerja secara lebih terpadu. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi manajemen kinerja terpadu di Telkom dengan menggunakan rerangka Balanced Scorecard (BSC). Penelitian ini dilaksanakan secara analiasis deskriptif kualitatif terhadap manajemen kinerja terpadu di Telkom, mulai dari tahap perencanaan kinerja sampai pada pengelolaan kinerja dengan menggunakan rerangka Balanced Scorecard. yaitu untuk mengevaluasi tingkat komprehensif, koheren, seimbang dan terukumya rencana strategik dan ukuran strategik perusahaan Penelitian dilaksanakan dengan cara studi literatur, studi lapangan dan evaluasi terhadap konsep Balanced Scorecard dengan implementasi di Telkom. Berdasarkan evaluasi terhadap sistim manajemen kinerja terpadu di PT.Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) selama tahun 2002 dan 2003, dapat disimpulkan bahwa sistim manajemen kinerja terpadu Telkom telah menggunakan konsep Balanced Scorecard. Dalam proses perumusan strategi dan perencanaan strategik, BSC berperan dalam memperluas perspektif yang dicakup sehingga sasaran strategik dan inisiatif strategik yang dihasilkan lebih komprehensif. Dalam proses pemograman, penganggaran dan pengukuran kinerja. BSC berperan sehingga program dan anggaran serta ukuran kinerja yang digunakan menjadi lebih komprehensif. Dalam manajemen kinerja terpadu di Telkom dengan menggunakan rerangka BSC masih terdapat kelemahan- kelemahan yang perlu disempurnakan, antara lain; koherensi antar sasaran strategik yang ada, linkage antara inisiatif strategik dengan sasaran strategik, linkage antara inisiatif strategik dengan program yang ditempuh, serta fokus pengukuran kinerja masih pada indikator hasilnya (lag indicator), belum pada indikator pemacu kinerja (lead indicator). Hasil dari manajemen kinerja terpadu di Telkom sudah digunakan sebagai dasar untuk pemberian kompensasi bagi unit kerja yang ada.
Available in Fulltext
Kata Kunci : Manajemen Kinerja,Balanced Scorecard