Risiko Usaha Tani dan Pengaruhnya Terhadap Produksi, Pendapatan dan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Karet di Kalimantan Barat
Imelda, Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec; Ir. Any Suryantini, MM, Ph.D; Prof. Dr. Ir. Masyhuri
2023 | Disertasi | S3 Ilmu Pertanian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) persepsi petani terhadap
risiko dan faktor-faktor yang memengaruhinya, 2) sikap petani terhadap risiko
dan faktor-faktor yang memengaruhinya, 3) penerapan strategi dalam mengatasi
risiko dan faktor-faktor yang memengaruhinya, 4) pengaruh penerapan strategi
terhadap produksi dan pendapatan usaha tani, serta 5) kontribusi penerapan
strategi terhadap pendapatan rumah tangga petani dan pengaruh penerapan
strategi terhadap ketahanan pangan rumah tangga petani. Lokasi penelitian
ditentukan secara purposive di daerah sentra produksi karet di Kalimantan Barat
dengan tiga kabupaten terpilih yaitu Kabupaten Sanggau, Sintang dan Sambas.
Pada masing-masing kabupaten, dipilih kecamatan dan desa lokasi penelitian
dengan pertimbangan sebagai daerah sentra produksi karet dan keberadaan Unit
Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB). Sampel petani ditetapkan sebanyak 200
orang secara proportional random sampling. Analisis data menggunakan
matriks risiko, binary logit, eksperimen Holt Laury, ordinal
logit, multinomial logit, fungsi produksi Cobb Douglas, Unit Output
Price (OUP) Cobb Douglas Profit Function, analisis kontribusi, analisis
ketahanan pangan dengan klasifikasi silang pangsa pengeluaran pangan dan
konsumsi energi, dan ordinal logit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
mayoritas petani memersepsikan musim hujan, penyakit tanaman, dan penurunan
harga jual sebagai risiko tinggi dengan persentase masing-masing 81%, 69?n
75%. Faktor yang dapat meningkatkan probabilitas petani mempersepsikan sumber
risiko sebagai risiko tinggi yaitu umur
petani, pendidikan, luas lahan, umur tanaman karet, jarak kebun ke pusat desa,
dan penggunaan bibit unggul, sedangkan jumlah anggota keluarga dan pengalaman
usaha tani menurunkan probabilitas petani memersepsikan sumber risiko sebagai risiko
tinggi. Mayoritas petani karet bersikap enggan risiko (80%), sisanya
bersikap netral risiko (14,5%) dan berani risiko (5,5%). Faktor yang dapat meningkatkan probabilitas keberanian petani terhadap
risiko yaitu umur petani dan penggunaan bibit unggul sedangkan umur tanaman
karet, jarak dari kebun ke pusat desa, dan persepsi petani terhadap risiko
penurunan harga jual dapat menurunkan probabilitas keberanian petani terhadap
risiko. Mayoritas petani (89%) menerapkan strategi untuk mengatasi
risiko dan strategi
utama yang dipilih adalah diversifikasi pendapatan. Faktor yang dapat
meningkatkan probabilitas petani dalam menerapkan strategi yaitu umur petani,
jumlah anggota keluarga, umur tanaman, penggunaan bibit unggul, persepsi petani
terhadap risiko musim hujan, dan keengganan risiko, sedangkan pengalaman usaha
tani, luas lahan, dan jarak dari kebun ke pusat desa menurunkan probabilitas
petani dalam menerapkan strategi. Hasil perhitungan rata-rata produksi karet
sebesar 1.488,80 kg/ha/tahun dengan rata-rata pendapatan usaha tani karet
sebesar Rp. 14.009.448/ha/tahun. Adanya penerapan strategi dapat meningkatkan produksi dan pendapatan
usaha tani karet. Kontribusi pendapatan dari pendapatan selain usaha tani karet
terhadap total pendapatan rumah tangga petani tergolong tinggi sebesar 68,75%.
Hasil analisis ketahanan pangan menunjukkan mayoritas rumah tangga petani
kurang pangan (45%), namun adanya penerapan strategi dapat meningkatkan status
ketahanan pangan rumah tangga petani karet.
This study aims to determine 1) farmers’ risk perceptions and the determinant
factors, 2) farmers’ risk attitudes and the determinant factors, 3) the implementation
of risk strategies and the determinant factors, 4) the effect of risk
strategies on production and farm income, and 5) the contribution of risk strategies
to household income and the effect of risk strategies on household food
security. The research location was determined to be West Kalimantan, a rubber production center with three selected
districts, namely Sanggau, Sintang, and Sambas. In each district, sub-districts
and villages were selected as research locations, considering them as rubber
production centers and the existence of the Bokar Processing and Marketing Unit
(UPPB). The sample of farmers was determined to be 200 people using
proportional random sampling. Data analysis uses risk matrix, binary logit,
Holt Laury experiment, ordinal logit, multinomial logit, Cobb Douglas
production function, Unit Output Price (OUP) Cobb Douglas Profit Function,
contribution analysis, household food security analysis with
cross-classification of food expenditure share and energy consumption, and
ordinal logit. The results show that the majority of farmers perceive the rainy
season, plant diseases, and price decrease as high risks, with percentages of
81%, 69%, and 75%, respectively. Factors that can increase the probability that farmers perceive the risk as high
risk are
farmers’ age, education, farm area, rubber age, distance to the village center,
and rubber clone, while family members and farm experience reduce the probability that
farmers perceive the risk as high risk. The majority of rubber farmers were
risk averse (80%), while the rest were risk neutral (14.5%) and risk lover (5.5%). Factors that can
increase the probability of risk lovers were farmers’ age and rubber clone, while rubber age, distance to the
village center, and farmers’ risk perception of price decrease can reduce the
probability of risk lovers. The majority of farmers (89%) applied strategies to overcome risks,
and the majority of farmers applied income diversification. Factors that can
increase the probability of farmers implementing the strategy are farmers’ age,
family members, rubber age, rubber clone, farmers’ perception of rainy season
risk, and risk aversion, while farm experience, farm area, and distance to the
village center
can reduce the probability of farmers implementing the strategy. The average rubber
production is 1,488.80 kg/ha/year, with an average rubber farming income of 14,009,448 IDR/ha/year. The implementation of strategies to overcome risks can increase production and income
from rubber farming. The contribution of income from outside rubber farming to the
total household income is relatively
high at 68.75%. The results of the food security analysis show that the
majority of household farmers
are in the lack of food category (45%). However, the
implementation of risk strategies can improve household
food security.
Kata Kunci : risiko, usaha tani karet, produksi, pendapatan rumah tangga, ketahanan pangan, risk, rubber farming, production, household income, food security