Laporkan Masalah

Peran Cystatin C Serum sebagai Prognosis Gangguan Ginjal Akut Pasca Cardiopulmonary Bypass

Sulistyowati, dr. Ira Puspitawati, M. Kes, SpPK(K).; Dr. dr. Usi Sukorini, M. Kes, Sp.PK(K)

2023 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Patologi Klinik

Latar Belakang: Penyakit jantung menempati peringkat lima terbanyak di Indonesia. Kerusakan fase lanjut menyebabkan dilakukan tindakan intervensi pembedahan. Operasi bedah jantung menggunakan mesin Cardiopulmonary bypass (CPB) umum dilakukan untuk menggantikan fungsi jantung dan paru. Komplikasi CPB menyebabkan disfungsi organ, salah satunya ginjal. Penilaian disfungsi ginjal dilakukan dengan pengukuran produksi urin dan pemeriksaan biomarker fungsional ginjal, yaitu kreatinin serum. Kreatinin serum tidak mengalami perubahan hingga fungsi ginjal menurun lebih dari 50%, sehingga terjadi keterlambatan penegakan diagnosa Gangguan ginjal akut (GgGA). Saat ini terdapat biomarker cedera ginjal yang lain, yaitu Cystatin C (CysC) sebagai alternatif faktor prognosis gangguan ginjal akut pasca operasi bedah jantung dengan CPB. Tujuan: Menilai peran CysC serum mendeteksi GgGA pada pasien pasca operasi bedah jantung dengan menggunakan CPB. Metode: Penelitian dilakukan secara kohort prospektif pada pasien operasi bedah jantung metode CPB di RSUP Dr. Sardjito. Kriteria inklusi adalah pasien operasi bedah jantung elektif dengan CPB yang berusia 18-65 tahun, tidak memiliki riwayat gagal ginjal sebelumnya. Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok, kelompok terpapar (subjek dengan CysC serum ?1,03 mg/L) dan kelompok tidak terpapar (subjek dengan CysC serum <1>

Background: Heart disease is the fifth most prevalent disease in Indonesia. Advanced damage leads to surgical intervention. Cardiac surgery using a cardiopulmonary bypass (CPB) machine is commonly performed to replace heart and lung function. Complications of CPB cause organ dysfunction, one of which is the kidney. Assessment of renal dysfunction is done by measuring urine production and examining renal functional biomarkers, namely serum creatinine. Serum creatinine does not change until kidney function decreases by more than 50%, resulting in a delay in the diagnosis of acute kidney injury (AKI). Currently, there is another biomarker of kidney injury, namely Cystatin C (CysC) as an alternative prognosis of acute renal failure after cardiac surgery with CPB. Objective: Assess the role of serum CysC in detecting AKI in post-operative cardiac surgery patients using CPB. Methods: The study was conducted in a prospective cohort on cardiac surgery patients with CPB method at Dr. Sardjito Hospital. Inclusion criteria were elective cardiac surgery patients with CPB aged 18-65 years, with no previous history of renal failure. The study subjects were divided into two groups, exposed group (subjects with serum CysC ? 1.03 mg/L) and unexposed group (subjects with serum CysC <1>

Kata Kunci : vimentin, resistensi platinum, KPTN, faktor prognostik , platinum resistance, TNBC, prognostic factor

  1. SPESIALIS-2023-486248-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2023-486248-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2023-486248-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2023-486248-title.pdf