Laporkan Masalah

Pemetaan Stakeholders dalam Pelestarian Kawasan Cagar Budaya Kotabaru

Fathiyah Hasna, Ir. Deva Fosterharoldas Swasto, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM.

2023 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Yogyakarta dengan julukannya sebagai Kota Budaya menyimpan banyak kawasan bersejarah. Terdapat beberapa kawasan yang telah ditetapkan menyandang status Kawasan Cagar Budaya (KCB), salah satunya adalah Kawasan Kotabaru. KCB Kotabaru merupakan permukiman masyarakat Eropa dan Belanda pada masa kolonial dengan konsep Garden City di Yogyakarta. Keunikan KCB Kotabaru di tengah-tengah perkembangan dan pembangunan kota perlu dijaga dengan melakukan pelestarian yang didukung oleh semua unsur stakeholders. Oleh karena itu penting untuk melakukan penelitian terkait pemetaan stakeholders dan faktor-faktor yang memengarui pemetaan stakeholders tersebut sehingga tercapai pelestarian KCB Kotabaru yang optimal dari semua unsur stakeholders

Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode induktif kualitatif. Unit amatan dalam penelitian ini meliputi stakeholders di KCB Kotabaru yaitu meliputi Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Sedangkan unit analisisnya merupakan peran masing-masing stakeholders, pemetaan stakeholders, dan faktor-faktor yang memengaruhi pemetaan stakeholders. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan studi literatur.

Hasil penelitian ini menunjukkan peran masing-masing stakeholders berbeda sesuai dengan kepentingan tiap stakeholders. Peran yang berbeda memberikan nilai bagi masing-masing stakeholders yang terbagi ke dalam empat kelas berbeda dalam pemetaan stakeholders, yaitu players, subjects, context setter, dan crowd. Faktor-faktor yang memengaruhi pemetaan stakeholders dalam pelestarian KCB Kotabaru yang terlihat adalah adanya kolaborasi yang terjadi antar-stakeholders.

Yogyakarta, with its nickname as the City of Culture, has many historical areas. There are several areas that have been designated as Cultural Heritage Area, one of which is the Kotabaru area. Kotabaru was an European and Dutch settlement during the colonial period with the Garden City concept in Yogyakarta. The uniqueness of Kotabaru in the midst of city development needs to be maintained by carrying out preservation which is supported by all stakeholder elements. Therefore, it is important to carry out research related to stakeholder mapping and the factors that influence stakeholder mapping so that optimal conservation of the Kotabaru can be achieved from all stakeholder elements. 

The method used in this research is a qualitative inductive method. The observation unit in this research includes stakeholders in Kotabaru, namely Kotabaru Village, Gondokusuman District, Yogyakarta City. Meanwhile, the unit of analysis is the role of each stakeholders, stakeholders mapping, and factors that influence stakeholders mapping. Data collection was obtained through observation, documentation, interviews, and literature study. 

The results of this research showed that the role of each stakeholders was different according to the interests of each stakeholders. Different roles provided value for each stakeholders which is divided into four different classes in stakeholders mapping, namely players, subjects, context setters, and crowd. The visible factors that influenced stakeholders mapping in the preservation of the Kotabaru, namely the collaboration that occurs between stakeholders.

Kata Kunci : kawasan cagar budaya, kolaborasi, pelestarian, pemetaan stakeholders, peran stakeholders, stakeholders

  1. S1-2023-431035-abstract.pdf  
  2. S1-2023-431035-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-431035-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-431035-title.pdf