Analisis Konsistensi Perencanaan dan Penganggaran Bidang Pendidikan di Kabupaten Kaimana Tahun 2020-2022
Juliani Estevania Kana Djara, Dr. Nunuk Dwi Retnandari, M.Si
2023 | Tesis | S2 Administrasi Publik
Proses perencanaan dan penganggaran merupakan sebuah proses yang sangat panjang untuk menghasilkan dokumen perencanaan dan penganggaran. Pentingnya perencanaan dan penganggaran berguna untuk memenuhi keinginan masyarakat yang tidak terbatas dengan sumber daya yang terbatas. Selain itu perencanaan dan penganggaran juga merupakan indikator dalam menilai kinerja pemerintah terutama terkait dengan konsistensi perencanaan dan penganggaran. Konsistensi antara dokumen perencanaan dan penganggaran perlu diperhatikan sehingga tujuan pembangunan daerah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai. Pada kenyataannya masih sering terjadi inkonsistensi antara dokumen perencanaan dan penganggaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana tingkat konsistensi antara perencanaan dan penganggaran pada bidang pendidikan di Kabupaten Kaimana tahun 2020-2022 dengan menganalisis dokumen RPJMD, Resntra, RKPD, Renja, KUA-PPAS dan DPA OPD. Serta faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsistensi dokumen perencanaan dan penganggaran tersebut.
Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-evaluatif pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Kaimana yang mengampu bidang pendidikan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi untuk mendapatkan data primer dan sekunder. Analisis dokumen perencanaan dan penganggaran dilakukan dengan menggunakan Matriks Konsolidasi Perencanaan dan Penganggaran (MKPP). Setelah dilakukan analisis kemudian akan dilakukan penilaian atau pemberian scoring dengan memperhatikan konsistensi dan kriteria yang digunakan. Informan dalam penelitian ini adalah pejabat atau pegawai yang terlibat secara langsung dalam proses perencanaan dan penganggaran.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat kecenderungan inkonsistensi yang tinggi pada tahun 2020 dan 2021. Inkonsistensi tertinggi terjadi antara dokumen perencanaan terutama pada dokumen RPJMD-Renstra, RKPD-Renja dan Renstra-Renja. Selain itu inkonsistensi juga terjadi antara rekapitulasi usulan musrenbang dan dokumen RKPD Kabupaten. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsistensi yaitu (1) Tahap perencanaan dan penganggaran yang dimulai dari penyusunan perencanaan, penganggaran hingga evaluasi belum dilakukan dengan baik, dan juga belum terintegrasinya antara pendekatan top-down dan bottom-up (2) Faktor kepemimpinan, pimpinan belum menunjukan pengaruh yang kuat dan tegas kepada bawahannya serta; (3) Komunikasi vertikal dan horizontal serta koordinasi internal maupun eksternal tidak berjalan dengan baik dalam proses penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran; (4) Kemampuan SDM dalam memahami perencanaan dan penganggaran masih sangat kurang; (5) Penggunaan Teknologi Informasi melalui aplikasi SIPD belum dilakukan secara optimal; (6) Kurangnya komitmen organisasi baik dari internal Dinas Pendidikan maupun dari pimpinan daerah dalam menjaga konsistensi antara dokumen perencanaan dan penganggaran. Faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat konsistensi perencanaan dan penganggaran adalah komptensi sumber daya manusia di Kabupaten Kaimana.
The planning and budgeting process is a very long process to produce planning and budgeting documents. The importance of planning and budgeting is useful to fulfill the unlimited desires of the community with limited resources. In addition, planning and budgeting are also indicators in assessing government performance, especially related to the consistency of planning and budgeting. Consistency between planning and budgeting documents needs to be considered so that regional development goals to realize community welfare can be achieved. In reality, there are often inconsistencies between planning and budgeting documents.
This study aims to identify the extent to which the level of consistency between planning and budgeting in the education sector in Kaimana Regency in 2020-2022 by analyzing RPJMD, Resntra, RKPD, Renja, KUA-PPAS, and DPA OPD documents. As well as factors that affect the level of consistency of these planning and budgeting documents.
The type of research used is a qualitative method with a descriptive-evaluative approach at the Kaimana Regency Education, Youth and Sports Office which is in charge of the education sector. Data collection was conducted through in-depth interviews, and observation to obtain primary and secondary data. Analysis of planning and budgeting documents was carried out using the Consolidated Planning and Budgeting Matrix (MKPP). After the analysis, an assessment or scoring will be carried out by taking into account the consistency and criteria used. Informants in this research are officials or employees who are directly involved in the planning and budgeting process.
The results showed that there was a high tendency of inconsistency in 2020 and 2021. The highest inconsistencies occurred between planning documents, especially in the RPJMD-Renstra, RKPD-Renja and Renstra-Renja documents. In addition, inconsistencies also occur between the recapitulation of musrenbang proposals and the District RKPD document. Factors affecting the level of consistency are : (1) The planning and budgeting stages starting from the preparation of planning, budgeting to evaluation have not been carried out properly, and there is also no integration between top-down and bottom-up (2) Leadership factors, leaders have not shown a firm influence on their subordinates and; (3) Vertical and horizontal communication and internal and external coordination do not go well in the process of preparing planning and budgeting documents; (4) The ability of human resources to understand planning and budgeting is still lacking; (5) The use of information technology through the SIPD application has not been carried out optimally; (6) Lack of organizational commitment both from within the Education Office and from regional leaders in maintaining consistency between planning and budgeting documents. The most dominant factor affecting the inconsistency of planning and budgeting is the competence of human resources in Kaimana Regency.
Kata Kunci : Perencanaan, Penganggaran, Konsistensi