Laporkan Masalah

Pengaruh Konsentrasi H2SO4 dan Suhu Aktivasi pada Sintesis Karbon Aktif dari Bambu (Giganthochloa Apus) sebagai Adsorben Limbah Stronsium-90

Nando Rifki Utama Putra, Dr.Ing. Ir. Kusnanto; Dr. Ir. Widya Rosita, S.T., M.T., IPU

2023 | Skripsi | TEKNIK NUKLIR

Pada penelitian ini karbon aktif bambu disintesis dengan metode aktivasi secara kimia dengan aktivator  95-97% menggunakan hot plate magnetic stirrer dengan kecepatan pengadukan 200 rpm selama 2 jam. Limbah radioaktif cair disimulasi menggunakan larutan 88Sr(NO3)2. Eksperimen dilakukan berdasarkan Central Composite Design (CCD) dengan dua variabel bebas, yaitu konsentrasi H2SO4 dengan batas 5 vol.% hingga 10 vol.?n suhu aktivasi dari 50  hingga 80 . Proses adsorpsi dilakukan pada suhu ruangan (30 ) dengan kecepatan pengadukan 120 rpm selama 5 menit. Selanjutnya konsentrasi 88Sr dalam sampel larutan dianalisis dengan Atomic Absorption Spectrometer (AAS) Echelle Monochromator pada panjang gelombang 460 nm. Tiga variabel terikat yang ditentukan meliputi kapasitas adsorpsi, efisiensi adsorpsi, dan faktor dekontaminasi.


Hasil penelitian diperoleh bahwa kapasitas adsorpsi maksimum adalah 1,41 mg/g, efisiensi adsorpsi terbesar adalah 56,06%, dan faktor dekontaminasi tertinggi adalah 2,22 pada konsentrasi larutan H2SO4 sebesar 4 vol.% suhu aktivasi 86 .

In this research, bamboo-activated carbon was synthesized using a chemical activation method with a H2SO4 95-97?tivator using a hot plate magnetic stirrer with a stirring speed of 200 rpm for 2 hours. Liquid radioactive waste is simulated using 88Sr(NO3)2 solution. Experiments were carried out based on Central Composite Design (CCD) with two independent variables, namely H2SO4 concentration with a range of 5 vol.% to 10 vol.% and activation temperature from 50? to 80?. The adsorption process was carried out at room temperature (30?) with a stirring speed of 120 rpm for 5 minutes. Next, the concentration of 88Sr in the solution sample was analyzed using an Atomic Absorption Spectrometer (AAS) of Echelle Monochromator at a wavelength of 460 nm. The three dependent variables determined include adsorption capacity, adsorption efficiency, and decontamination factor.

The results showed that the maximum adsorption capacity was 1,41 mg/g, the greatest adsorption efficiency was 56,06%, and the highest decontamination factor was 2,22 at a H2SO4 solution concentration of 4 vol.% and an activation temperature of 86?.


Kata Kunci : Karbon Aktif, Aktivasi Kimia, Adsorpsi, Stronsium-90, Atomic Absorption Spectrometry (AAS)

  1. S1-2023-446718-abstract.pdf  
  2. S1-2023-446718-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-446718-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-446718-title.pdf