Analisis Aspek Keamanan Siber dalam Penyelenggaraan Pemilu (Studi Kasus Kebocoran Data Pemilih Tetap pada Pemilu 2014)`
Fadhilanwar Hemar Putra, Dr. Riza Noer Arfani, M.A, Prof. Dr. Sc. Pol. Agus Heruanto Hadna, M.Si.
2023 | Tesis | S2 Mag.Studi Kebijakan
Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan sebuah pesta demokrasi yang amat penting bagi bangsa Indonesia yang memang sudah melangsungkan pemilu secara langsung dipilih oleh masyarakat sejak tahun 2004 silam. Dalam melaksanakan pesta demokrasi terebut tentu terdapat tantangan tersendiri, mulai dari membiasakan menolak budaya Money Politics, pemilu yang bersih dari kecurangan, hingga mengamankan pemilu dalam sektor keamanan datanya. Pelaksanaan pemilu 2014 yang telah berlangsung dengan baik dengan menghasilkan pemenangnya tanpa ada kericuhan di dearah yang besar, ternyata menyisakan temuan sebagai luka pemilu itu sendiri. Terdapat jutaan data pemilih tetap yang terpublikasi secara illegal oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Penelitian kali ini akan membahas seputar analisis terkait keamanan siber yang berkaitan dengan hilang dan bocornya data pemilih tetap (DPT) pada pemilu 2014 dengan pendekatan penelitian kualitatif dengan mendalami informasi dari pihak-pihak terkait secara langsung dengan didukung data – data empiris melalui berbagai sumber dan media. Dengan menghasilkan sebuah kesimpulan dan rekomendasi untuk menganalisis seputar keamanan siber dalam bocornya DPT pada Pemilu 2014.
General Election (Pemilu) is a crucial democracy celebration for the Indonesian nation, which has been conducting direct elections by the people since 2004. In conducting this democracy celebration, there are certainly various challenges, ranging from fostering a rejection of Money Politics culture, ensuring clean elections free from fraud, to securing the data security in the electoral sector. The implementation of the 2014 elections, which went smoothly and produced a winner without any major disturbances in large regions, actually left behind findings as scars of the election itself. Millions of permanent voter data were illegally disclosed by irresponsible individuals. This research will focus on the analysis of cybersecurity issues related to the disappearance and leakage of permanent voter data (DPT) during the 2014 election, using a qualitative research approach by delving into information from directly involved parties, supported by empirical data from various sources and media. By drawing a conclusion and providing recommendations, this study aims to analyze cybersecurity issues related to the leakage of permanent voter data (DPT) during the 2014 election.
Kata Kunci : Keamanan Siber, Pemilu, Data Pemilih Tetap, Pemilu 2014