Laporkan Masalah

KOLABORASI ANTAR STAKEHOLDERS DALAM PROGRAM PENANGGULANGAN HIV/AIDS DI DKI JAKARTA

I Gede Sumitra Jaya, Dr. Nunuk Dwi Retnandari, M.Si

2023 | Tesis | S2 Administrasi Publik

Penelitian ini mengkaji kolaborasi antara pemerintah, akademisi, swasta, masyarakat, dan media massa dalam penanggulangan HIV/AIDS di DKI Jakarta. Melalui metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif, data dikumpulkan melalui focus group discussion dan wawancara mendalam yang validitasnya diolah dengan metode triangulasi sumber. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antar stakeholder masih kurang optimal karena kurangnya komunikasi, dasar hukum, dan edukasi kepada masyarakat. Kemudian, program kolaborasi hanya ditujukan pada populasi kunci, sementara itu masyarakat awam belum menjadi fokus, padahal prevalensi penyebaran sebagian besar terjadi pada masyarakat ini. Faktor pendorong kolaborasi adalah adanya arah kebijakan yang mendasari, pendanaan, dan kesadaran bersama. Faktor penghambat adalah kurangnya komitmen, belum adanya regulasi yang mencakup seluruh stakeholder, mekanisme komunikasi yang belum dua arah, terjadinya pengalihan akibat covid-19, dan tingginya stigma dan diskriminasi di DKI Jakarta. 

This study examines the collaboration between government, academics, private sector, society, and mass media in tackling HIV/AIDS in Jakarta. Through qualitative research methods with descriptive analysis, data were collected through focus group discussion and in-depth interviews. The results of the study show that the collaboration among stakeholders is still suboptimal due to the lack of communication, legal basis, and education to the public. Furthermore, the collaboration program is only aimed at key populations, while the general public has not been the focus, even though the prevalence of transmission mostly occurs in this community. The driving factors of collaboration are the existence of underlying policy direction, funding, and collective awareness. The inhibiting factors are the lack of commitment, the absence of regulation that covers all stakeholders, the lack of two-way communication mechanism, the diversion caused by covid-19, and the high stigma and discrimination in Jakarta.

Kata Kunci : Collaborative Governance, HIV/AIDS Prevention, Stakeholder Analysis

  1. S2-2023-489316-abstract.pdf  
  2. S2-2023-489316-bibliography.pdf  
  3. S2-2023-489316-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2023-489316-title.pdf